Rumah Sakit di Sulteng Diminta Tambah 30 Persen Kapasitas Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

oleh -
drg. Farichan Hanum

PALU, Kabar Selebes – Kementerian Kesehatan melalui Direktur Mutu Akreditasi wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), drg. Farichan Hanum, meminta rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di daerah setempat untuk menambah kapasitas kamar tidur. Penambahan fasilitas itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus pasien terjangkit virus corona.

“Kami dari kementerian kesehatan mengharapkan rumah sakit rujukan Covid dapat menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 30 persen dari kapasitas yang dimiliki,” jelas Farichan Hanum yang juga Pembina Wilayah Provinsi Sulteng Kemenkes di RSUD Undata Palu, Kamis (14/01/2021).

Menurutnya, kasus Covid-19 secara nasional kian parah pasca libur natal dan tahun baru. Kemarin saja sebut dia, penambahan pasien Covid-19 Indonesia memecahkan rekor yang jumlahnya hampir menyentuh angka 12.000 kasus.

Begitu juga kata dia dengan kasus Covid-19 di Sulteng, yang belakangan tren angkanya terus mengalami peningkatan.

Ia pun meminta rumah sakit untuk menyediakan peralatan-peralatan penunjang perawatan pasien salah satunya ventilator.

Selain itu, rumah sakit juga diminta untuk melakukan screening terhadap pasien untuk mengetahui gejala-gejala yang dialaminya.

Nantinya, pasien yang menunjukan gejala sedang dan berat bisa diarahkan untuk menuju ke rumah sakit rujukan Covid-19. Sementara yang tidak ada menunjukkan gejala bisa melakukan isolasi mandiri ataupun dirawat di fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah setempat.

“Ini agar bisa diarahkan secara baik, agar teman-teman di rumah sakit tidak direpotkan untuk kasus-kasus reaktif yang tidak bergejala,” ujarnya.

Di sisi lain, dia juga mengharapkan terkait vaksinasi tahap pertama yang tengah berlangsung, pemerintah setempat kiranya agar berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengelolaan.

Baik dari pendistribusian di tingkat provinsi maupun kabupaten Kota di Sulteng, begitu juga dari segi penanganan agar mematuhi pedoman yang telah disiapkan oleh pihak Kementerian.

Dan yang paling utama kata dia ialah, penerima vaksin harus tepat pada sasaran. “Kami berharap seluruh tenaga kesehatan yang menjadi prioritas karena pada hakikatnya merekalah prajurit-prajurit di masa pandemi ini,” katanya. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 22 times, 1 visits today)