Dapur Umum Terbatas, Warga Mamuju Sulbar Keluhkan Kurangnya Makanan dan Air Bersih Pasca Gempa

oleh -
Warga mendirikan dapur umum di Mamuju, Sulawesi Barat Sabtu (16/1/2021).(Foto: Mohammad Arief/kabarSelebes.id)

MAMUJU, Kabar Selebes – Warga sekitar kota Mamuju, Sulawesi Barat, masih kesulitan air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci pasca gempa magnitudo 6,2 dini hari kemarin. Begitu juga dengan makanan untuk dikonsumsi yang sangat sulit untuk didapatkan.

Dari pantauan jurnalis KabarSelebes.ID Sabtu(16/01/2020), di sekitaran lokasi kota Mamuju terlihat ratusan warga lalu lalang mengungsi ke tempat ketinggian sembari mencari logistik dan makanan siap saji.

Warga melintas pada salah satu lokasi bangunan amblas yang menimpa salah satu kendaraan di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/01/2020). (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

Namun, tidak ada satupun warung makan yang menyediakan menu makanan siap saji karena masih dalam kondisi panik dengan adanya gempa susulan.

“Saat ini kami masih mencari sendiri bahan makanan dan minuman. Karena, hingga kini beberapa dapur umum yang disediakan masih sangat terbatas pasokan logistik yang masuk,” ungkap Ria (42) salah satu pengungsi di sekitaran Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Begitu juga kata dia dengan kurangnya akses listrik. Meski saat ini perlahan dalam proses perbaikan oleh pihak PLN yang dibantu oleh tenaga relawan, di tempatnya kini kondisi listrik masih padam total.

Salah satu keluarga tengah mengumpulkan puing-puing sisa bencana Gempa yang masih bisa diselamatkan. (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

Senada, Bambang (47) yang juga turut menjadi korban bencana Gempa di wilayah Mamuju menuturkan, kondisi dapur umum yang tersedia di beberapa lokasi pengungsian masih sangat memprihatinkan.

“Bagaimana tidak, logistik belum masuk seutuhnya. Parahnya lagi tempat sortiran logistik tidak tersedia, sehingga mengakibatkan keterbatasan pasokan logistik untuk dimasak di dapur umum,” katanya.

Bambang pun berharap, pasokan dan tempat terpusat logistik dapat disediakan sehingga memudahkan para instansi terkait untuk mengelola logistik di sejumlah dapur umum yang telah tersedia.

“Ini saja kondisi logistik sangat minim, sehingga banyak warga yang menahan lapar akibat tidak terkontrolnya dan aktif manajemen pengaturan logistik siap saji,” keluhnya. (maf/ap)

Laporan : Mohammad. Arief

Silakan komentar Anda Disini....