Grand Maleo, Hotel Terbesar di Sulbar Jadi Saksi Bisu Keganasan Gempa M 6,2

oleh -
Seorang warga melihat kondisi gedung Kantor Gubernur Sulawesi Barat dari sisi depan yang amblas saat gempa. (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID).

MAMUJU, Kabar Selebes – Hotel Grand Maleo di Mamuju turut amblas saat Gempa Bumi magnitudo 6,2 mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15/01/2021) dini hari. Hotel terbesar di Sulbar itu jadi “saksi bisu” guncangan gempa yang juga turut meluluhlantakan bangunan warga setempat.

Hotel Grand Maleo sendiri terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, Mamuju dan terletak kurang lebih 20 mil dari bibir pantai. Meski tidak ada korban jiwa saat gempa, salah satu sisi ruang kiri hotel bertingkat tujuh amblas hingga bagian lantai dasar.

Nampak bagian depan Hotel Grand Maleo yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Mamuju, Sulawesi Barat usai gempa M 6,2. (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa di hotel ini, karena semenjak Pandemi Corona-19 memang jarang tamu yang masuk,”  ungkap salah satu satpam hotel yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, Sabtu (16/01/2021).

“Dan sebelum kejadian gempa memang sejumlah tamu sudah keluar karena sudah terjadi beberapa kali guncanagan,” tambahnya.

Ia juga mengatakan di Hotel Grand Maleo sudah dilakukan evakuasi sejak Jumat (15/1/2021) siang dan hasilnya nihil, sama sekali tidak ada korban jiwa.

Evakuasi Korban Masih Berlanjut dan Kepanikan Warga Pasca Gempa Susulan

Berdasarakan informasi yang dihimpun KabarSelebes.ID, pagi ini tim Basarnas di Sulbar dibantu oleh Tim Rescue Basarnas Palu akan melanjutkan proses evakuasi di sejumlah titik.

Hari ini juga kabarnya Panglima TNI dijadwalkan akan tiba di Sulbar untuk melakukan kunjungan di sejumlah titik pengungsian dan melihat langsung kondisi bangunan yang rusak parah dan roboh akibat guncangan gempa bumi.

Sementara itu, dari pantauan Jurnalis KabarSelebes.ID di lokasi, sejumlah warga yang tinggal di sekitaran bibir pantai sudah mengungsi pada dataran yang lebih tinggi di wilayah Mamuju.

Bahkan, Kantor Gubernur Sulbar yang roboh akibat gempa di sekelilingnya jadi salah satu titik tempat pengungsian sebagian masyarakat sekitar. Di lapangan kantor Gubernur juga nampak dididirikan tenda darurat dari tim Basarnas.

Sementara, warga yang mengungsi di sekitaran Kantor Gubernur masih dalam kondisi panik akibat guncangan susulan magnitudo 5,0 yang terjadi sekitar pukul 07.35 WITA .

Kondisi listrik juga masih belum stabil karena hampir sebagian besar masih menggunakan mesin Genset. Meski begitu, jaringan telekomunikasi sudah membaik. (maf/ap)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....