Dari Huntap, Penyintas Likuefaksi Palu Kumpulkan Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

  • Bagikan
Penyintas likuefaksi Palu mensortir paket bantuan di Hunian Tetap Budha Tsu Chi, Kelurahan Tondo, Kota Palu, Minggu (17/01/2020). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk korban gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat dari masyarakat kota Palu, Sulawesi Tengah. Dari hunian tetap, ratusan paket bantuan yang dikumpulkan penyintas gempa 7,4 Skala Richter Palu siap dikirimkan untuk warga Sulbar yang kini tinggal di tenda pengungsian.

Bantuan itu dikumpulkan oleh Forum penyintas Kelurahan Balaroa Palu yang dua tahun lalu jadi korban keganasan likuefaksi.  Minggu (17/01/2021) di bawah mendungnya langit sore, paket dipersiapkan penyintas di Hunian Tetap Tondo yang dibangun oleh yayasan Budha Tsu Chi sebanyak 1.500 unit.

Ada kurang lebih 800 kepala keluarga yang dulunya bermukim di Balaroa kini telah menempati Huntap. Beberapa warga nampak sibuk menyortir bantuan untuk dimasukan dalam bingkisan yang sudah dipersiapkan.

“Ini ada sekitar 500 paket (Bantuan),” kata Agus Manggona, Sekertaris Forum Penyintas Balaroa saat ditemui KabarSelebes.ID di Hunian Tetap.

Paket sendiri berisi pelbagai kebutuhan korban gempa di Sulbar antara lain sembako, air mineral, alat kesehatan dan juga perlengkapan Bayi. “Pokoknya macam-macamlah bantuan masyarakat yang difasilitasi oleh forum korban perumnas Balaroa,” kata Agus. 

Bantuan itu kata Agus, rencananya akan dikirimkan ke daerah Majene dan daerah Sulbar sekitarnya pada Selasa malam dan akan berkordinasi dengan beberapa warga Balaroa lainnya yang sudah berada di lokasi.

“Jadi nanti dijemput terus kita akan salurkan di mana titik-titik pengungsian korban,” katanya.

Menurutnya, bantuan itu dikumpulkan sudah jauh hari pasca gempa magnitudo 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah Majene Sulbar pada Jumat (15/01/2021) dini hari yang sejauh ini berdasarkan data BNPB sudah memakan korban jiwa sebanyak 73 orang.

Agus mewakili penyintas korban Balaroa lebih lanjut menyatakan, bantuan ini merupakan bentuk balas budi masyakarat kota Palu pada khususnya, untuk warga Sulbar yang turut banyak memberikan bantuan untuk Palu usai dilanda gempa, lsunami, likuefaksi pada 28 September 2018.

Meski 2 tahun pasca bencana dirinya bersama warga lainnya belum memiliki huntap, diakui hal itu tak menyurutkan niat penyintas untuk mengumpulkan bantuan kepada masyarakat Sulbar yang kini Puluhan ribu sementara mengungsi.

“Maka sangat tidak manusiawi kalau kemudian apa yang mereka berikan kepada kita tapi kita tidak balas, ini adalah bentuk kemanusiaan kita terhadap saudara-saudara di Mamuju dan Majene,” tuturnya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Stok Darah dan Obat-obatan Mulai Berkurang di RSUD Sulbar

MAMUJU, Kabar Selebes - Menjadi salah satu tempat rujukan bagi para korban gempa, Rumah Sakit...

Close