KPA Khatulistiwa Tanam 5.000 Bibit Mangrove, Dikemas dalam Bentuk Camping Ground, Ada Diskusi soal Lingkungan

oleh -
Kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove yang dilaksanakan KPA Khatulistiwa, yang dipusatkan di pesisir pantai Desa Khatulistiwa, Kecamatan Siney, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Ahad (17/1/2021). (Foto : Istimewa)

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Kelompok Pecinta Alam (KPA) Khatulistiwa di Kecamatan Siney, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), menggelar kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove, Ahad (17/1/2021).

Kegiatan penanaman 5.000 bibit mangrove yang dipusatkan di pesisir pantai Desa Khatulistiwa itu dikemas dalam bentuk camping ground, yang dimulakan sejak Sabtu (16/1/2021).

Selain penanaman bibit mangrove, camping ground juga diisi dengan diskusi soal lingkungan yang menghadirkan narasumber dari Forum Komunikasi Pecinta Alam Pantai Timur (FKPAPT) Parigi Moutong.

Ketua KPA Khatulistiwa, Mutawakkil kepada KabarSelebes.id mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kerja organisasi yang dipimpinnya dalam mendukung program sejuta mangrove FKPAPT Parigi Moutong.

“Bibit mangrove yang ditanam jenis propagul atau bahasa latinnya disebut Rhyzophora Mucronata. Selain bermanfaat bagi tempat bertelur ikan, jenis ini juga berfungsi sebagai benteng pertama mencegah abrasi pantai bahkan tsunami,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari sejumlah KPA di Parigi Moutong.

Ada pula, kata dia, KPA yang berasal dari Kabupaten Buol, Kota Palu, dan paling terjauh Kota Manado, Provinsi Sulawesj Utara.

Ia berharap, kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap warga dalam hal menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Pasalnya, fungsi hutan mangrove bagi keberlangsung hidup manusia memiliki peran yang sangat penting.

“Manfaat hutan mangrove sangat banyak, bagi manusia maupun hewan laut. Contohnya ikan, yang menjadikan mangrove sebagai tempat makan hingga bertelur. Suatu wilayah pesisir yang ditanami mangrove, pasti akan menimbulkan daratan baru. Makanya untuk mencegah abrasi, sangat tepat jika menanam mangrove,” tandasnya. (ry/fma)

Laporan : Roy Lasakka

Silakan komentar Anda Disini....