Stok Darah dan Obat-obatan Mulai Berkurang di RSUD Sulbar

oleh -
Suasana RSUD Sulbar saat menangani korban gempa yang melanda pada Jumat 15 Januari dinihari. (Foto: Mohammad Sobirin/KabarSelebes.ID)

MAMUJU, Kabar Selebes – Menjadi salah satu tempat rujukan bagi para korban gempa, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai kekurangan stok darah dan obat-obatan memasuki hari ketiga pasca gempa magnitudo 6,2 Jumat dini hari.

Kekurangan Stok sendiri diakibatkan banyak warga yang mengalami luka-luka.

Kepala Bidang Perencanaan RSUD Sulbar, Wahyuddin, menjelaskan Stok obat yang sangat dibutuhkan adalah anestesi atau obat untuk mengurangi rasa sakit. Sementara stok darah hampir sebagian besar golongan mulai kekurangan.

“Kami juga sangat membutuhkan tenda, baik untuk pasien dan keluarga. Karena keterbatasan ini, kami agak kesulitan menangani pasien,” katanya, Minggu (17/01/2021).

Selain itu, pihak rumah sakit saat ini kata dia telah menyiapkan beberapa ruang operasi yang sebelumnya tidak dapat berfungsi, sehingga beberapa pasien terpaksa harus dirujuk ke Makassar.

“Ada beberapa ruangan yang sebelumnya tidak bisa beroperasi, sekarang sudah kami jalankan lagi. Tapi untuk pelayanan ataupun pemeriksaan kesehatan kami masih tangani di lantai dasar dan area parkir,” lanjutnya.

Meski beroperasi di tengah keterbatasan, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin, agar seluruh warga terdampak tetap dilayani.

“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin,”pungkasnya. (sob/ap)

Laporan: Mohammad Sobirin

Silakan komentar Anda Disini....