Dongkrak Produksi Pertanian Masyarakat Sigi Pasca Bencana, YPI Perkenalkan Mesin Tanam Padi dan Buat Demoplot

oleh -
Suasana perkenalan mesin tanam padi kepada petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto: Istimewa)

SIGI, Kabar Selebes – Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bersama Caritas Swiss memperkenalkan mesin tanam padi serta membuat demoplot di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Upaya itu dilakukan guna mendongkrak produksi padi dan jagung masyarakat di daerah setempat usai dilanda gempa beberapa waktu lalu.

Koordinator Program YPI, Kristina mengatakan program ini merupakan lanjutan dari program fase pertama sebelumnya di Desa Jono, Sambo, Wisolo, dan Baluase Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Dijelaskan program bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat melalui mata pencaharian berkelanjutan dan mengelola manajemen risiko bencana.

Kegiatan pada program salah satunya yakni pembuatan demoplot uji coba Jagung menggunakan varietas Komposit sukmaraga dan hibrida. Sedangkan untuk varietas padi menggunakan jenis varietas Inpari 30 dan Mikongga.

“Kegiatan ini bekerjasama dengan Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Sulteng,” ungkap Krisitina, Senin (18/01/2021)

Kepala BPTP Balitbangtan Sulteng, Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, M.Sc, mengapresiasi yang dilakukan YPI. Dia bilang pendampingan teknologi sangat perlu dilaksanakan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas.

Upaya ini menurutnya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Sigi usai dilanda gempa, banjir dan pandemi Covid-19 melalui sektor pertanian khususnya tanaman jagung dan padi.

Fery berharap kegiatan yang dilaksanakan YPI-Caritas dapat diaplikasikan oleh kelompok tani yang hadir pada saat sekolah lapang.

Dalam penanaman jagung ini, petani juga diperkenalkan dengan alat tanam yang disebut corn planter.

Petani terlihat antusias dalam kegiatan tersebut, pasalnya dapat melihat langsung cara kerja dari alat. Bahkan, petani bisa mengoperasikan langsung mesin tanam sebab adanya pendampingan langsung operator dari BPTP.

Kata Krisitina, YPI juga akan memperluas keterlibatan stakeholder untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan meningkatkan kapasitas sektor swasta/BumDes melalui pengelolaan usaha, hal ini penting untuk pengembangan usaha.

Setelah penanaman, rangkaian program kemudian akan dilanjutkan dengan pengawalan kegiatan di desa-desa Kecamatan Dolo Selatan

Ke depan, kegiatan demoplot dan penerapan teknologi yang didampingi oleh YPI dan BPTP serta BPP diharapkan akan meningkatkan pendapatan produksi hasil panen jagung dan padi. (rkb/ap/fma)

Laporan: Rifaldi Kalbadjang.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 57 times, 1 visits today)