BMKG Prediksi Sulawesi Tengah Berpotensi Hujan Ekstrem

oleh -
Sumber : Int.

PALU, Kabar Selebes – Selama periode Januari-Februari ini, aktifitas Monsun Asia masih cukup aktif. Kondisi tersebut masih dapat berpotensi diperkuat dengan adanya fenomena seruakan dingin dari Asia yang dapat berdampak pada penguatan potensi pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Pusat, Guswanto, mengatakan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Sepekan kedepan, sinyal fenomena gelombang atmosfer seperti MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin teridentifikasi masih cukup berkontribusi signifikan terhadap peningkatan potensi hujan di wilayah Indonesia terutama di wilayah Indonesia sebelah selatan ekuator seperti wilayah Sumatera Selatan, Jawa-Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

“Sirkulasi siklonik terpantau di Teluk Carpentaria bagian barat yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Sulawesi bagian Tengah, Laut Flores bagian timur, Laut Banda bagian selatan hingga Laut Arafura bagian selatan,” ungkapnya, Selasa (26/1/2021).

Kondisi tersebut, kata Guswanto,

mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konfluensi.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Tiga hari ke depan perlu diwaspadai potensi terjadinya hujan lebat di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

“Sedangkan potensi hujan ekstrem diprediksi untuk tiga hari ke depan (24-27 Januari 2021) dapat terjadi di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah,” terangnya.

Hujan ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana Hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, berdasarkan analisis terintegrasi dari data BMKG, PUPR dan BIG, perlu diwaspadai daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori menengah pada Dasarian III (sepuluh hari ke-3) di bulan Januari 2021, yaitu Banten bagian selatan, Jawa Barat  bagian tengah dan timur, sebagian besar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian tengah dan timur, Bali bagian utara, Nusa Tenggara Barat bagian utara, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah bagian tenggara, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Maluku Utara dan Papua Barat wilayah Kepala Burung dan Provinsi Papua bagian tengah.

“Informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan ini sebagai upaya mitigasi agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang,” tambah Deputi bidang Klimatologi Herizal.

Khusus kategori tinggi gelombang Rough Seas (2.5 – 4.0 m) : Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan P. Sumba.

Sementara itu, cuaca penerbangan berdasarkan prediksi untuk periode tanggal 24-28 Januari 2021, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan.

“Untuk itu, BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan ini, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan,” harapnya.

Demi mempercepat dan memperluas layanan informasi cuaca penerbangan, sejak 2018, BMKG menyampaikan update informasi prakiraan cuaca di seluruh bandara melalui aplikasi mobile phone Info BMKG, juga melalui layar-layar display cuaca di seluruh bandara, pelabuhan dan display cuaca publik untuk beberapa lokasi strategis.

Informasi dalam aplikasi Info BMKG tersebut meliputi informasi cuaca setiap jam hingga prediksi kondisi cuaca untuk empat jam ke depan.

Sedangkan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca untuk area maupun rute penerbangan seperti SIGWX (Significant weather Chart) dan SIGMET (Significant Meteorological Information) dapat diakses dalam laman aviation.bmkg.go.id.

Diharapkan masyarakat tetap meng-update informasi cuaca dari BMKG (Cuaca publik, Cuaca penerbangan dan Cuaca maritim) melalui kanal-kanal yang tersedia, baik melalui call centre 196, website www.bmkg.go.id, sosial media infoBMKG di instagram dan YouTube, serta pada aplikasi telepon pintar infoBMKG. (maf/rlm/fma)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 39 times, 1 visits today)