Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Palu Masih Rendah

oleh -
Vaksin Covid-19 Sinovac. (Ilustrasi: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Cakupan tenaga kesehatan (Nakes) di kota Palu yang sudah disuntik vaksin Covid-19 tahap pertama hingga Rabu (28/01/2021) masih rendah bahkan jauh dari sasaran.

Kepala Bidang Pengendalian penyakit dan Kesling Dinas kesehatan Palu, drg. Lutfiah., MKM mengatakan, baru 24 persen nakes yang disuntik dari target sebanyak 5.501 jiwa.

Lutfiah mengakui bahwa angka ini terbilang rendah. Dia bilang penyebab rendahnya jumlah nakes yang divaksin karena tidak memenuhi syarat saat hendak divaksin.

“Misalnya saja saat screening (Pemeriksaan awal) ada riwayat hipertensi, ada juga nakes yang keadaan menyusui, serta ada penyakit-penyakit penyerta sehingga tidak memenuhi syarat untuk melakukan vaksinasi,” katanya Kepada KabarSelebes.ID, Kamis (28/01/2021).

Dengan kondisi seperti itu, ia pun berharap tenaga kesehatan agar tidak takut untuk divaksin dan juga tidak termakan hoax terkait bahaya dari vaksinasi Covid-19.

Terlebih kata Lutfiah kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan baru-baru ini membikin proses pendataan vaksinasi menjadi lebih mudah.

Jika dulu penerima vaksin harus mendaftar di aplikasi terlebih dahulu dan menerima SMS blast, kali ini tenaga kesehatan cukup membawa KTP lengkap dengan nomor induk keluarga (NIK).

“Apabila nakes tersebut tidak mempunyai data, tapi mereka sebagai nakes memiliki kartu registrasi, itu bisa dilakukan vaksinasi,” jelasnya.

Untuk itu, ia pun berharap ke depan kebijakan-kebijakan kemudahan terus dikeluarkan oleh kementerian kesehatan agar vaksinasi berjalan lancar dan bisa mencapai target herd imunity sebesar 80 persen dari total jumlah penduduk.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski vaksinasi telah dilaksanakan.

“Vaksinasi ini bukan segala-galanya, tetap protokol kesehatan harus dijalankan, wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan tetap menghindari kerumunan,” tuturnya.  (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 32 times, 1 visits today)