Nakes di Palu Mulai Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

oleh -
Petugas bersiap memberi dosis kedua vaksin Covid-19 terhadap salah satu tenaga kesehatan di Puskesmas Mabelopura, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (28/01/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebe.ID)

PALU, Kabar Selebes – Tenaga kesehatan (Nakes) di kota Palu, Sulawesi Tengah mulai menerima suntikkan vaksin Covid-19 dosis kedua, Kamis (28/01/2021). Sesuai anjuran, dosis kedua disuntikan dalam rentang waktu 14 hari sehabis penyuntikan vaksin dosis pertama.

Ada 23 tempat pelaksanaan vaksinasi di Palu yang terdiri dari Puskesmas, Rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua mulai berlangsung salah satunya di Puskesmas Mabelopura, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kamis pagi.

Penanggung jawab pelaksanaan vaksinasi Puskesmas Mabelopura, I kadek Suriawan menuturkan, sudah ada 31 Nakes yang disuntikkan vaksin Covid-19 pada tahap pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sudah ada sebanyak empat orang.

“Kalau dihitung sejak pertama ada 31 orang, sementara sudah ada 4 orang yang menerima vaksin dosis kedua,” jelasnya kepada KabarSelebes.ID.

Meski telah berlangsung penyuntikan dosis kedua, dia bilang di Puskesmas Mabelopura masih ada beberapa orang yang baru menerima vaksin Covid-19 tahap pertama.

Menurutnya, hal itu disebabakan karena tidak ada paksaan bagi nakes untuk menerima vaksin.

“Dalam sehari tidak menentu yang divaksin, bahkan tidak ada karena tidak dipaksakan orang yang divaksin. Jadi kapan mereka mau datang ya kami layani,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Puskesmas Mabelopura, Andi Fatma mengakui pada prosesnya banyak nakes yang kesehatannya kurang baik sehingga belum bisa untuk menerima vaksin Covid-19.

“Tenaga kesehatan di Pusksesmas ada 70 orang lebih, tapi dari 70 orang itu ada yang hamil, ada yang menyusui, ada yang punya penyakit kronis, itu kan tidak bisa disuntik,” katanya.

Meski begitu, ia mengatakan tenaga kesehatan yang sehat pasti akan disuntik secara bertahap.

Dia juga turut menyarankan semua tenaga kesehatan di tempat itu mendaftar terlebih dahulu sebagai penerima vaksin sebagai upaya mendukung pemerintah dan memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Di sisi lain ia menyebut sejauh ini tidak ada kendala yang dialami saat proses pelaksanaan vaksinasi. Begitu juga dengan penerima usai divaksin tidak ada mengalami gejala yang berlebihan.

“Cuma memang ada efek yang mengantuk, tapi efek yang berat tidak ada,” tandasnya. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini....