Raba Payudara Siswi SMA, Pria Beristri di Poso Ini Ditangkap Polisi

  • Bagikan
Polisi menunjukan sejumlah barang bukti dari aksi pencabulan pada konferensi pers di kantor Polsek Lage, Kabupaten Poso, Sabtu (30/1/2021). (Foto: Istimewa)

POSO, Kabar Selebes – Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Lage, menangkap seorang warga Desa Watuawu, Kabupaten Poso yang diduga melakukan pencabulan terhadap seorang wanita remaja.

Kapolsek Lage, Inspektur Satu (IPTU) Faizal Kadir mengatakan, penangkapan itu dilakukan atas laporan orang tua korban yang tidak terima dengan kejadian tersebut.

“Kami tangkap pelaku adanya orang tua dan keluarga korban melapor ke kami,” ucap Faizal dalam konferensi pers di kantor Polsek Lage, Sabtu (30/1/2021).

Didampingi Kasubag Humas Polres Poso, Inspektur dua (IPDA) Basirun dan Kanit Reskrim Polsek Lage, Ipda Zet Pakiding, Kapolsek Lage menyampaikan kejadian dugaan percobaan pencabulan terjadi pada Kamis 24 Desember 2020 sekitar pukul 13.00 wita di rumah korban.

Pelaku pria YT (42 tahun) sudah beristri dan memiliki anak sedangkan korban seorang pelajar SMA berusia 17 tahun bernama Bunga (Nama disamarkan).

Pada siang hari saat rumah korban sedang sepi, pelaku menyelinap masuk dan tiba-tiba memeluk tubuh korban dari arah belakang yang saat itu tengah berada di dalam rumah.

Tak puas memeluk korban, pelaku yang tak kuat menahan nafsu birahinya kemudian mengangkat korban ke tempat tidur lalu menutup mulut korban dengan bantal hingga pelaku melampiaskan birahinya.

“Pelaku dan korban belum sempat berhubungan badan. Pelaku baru memeluk, mencium korban hingga meraba raba payudara korban,” jelasnya.

Kepada polisi pelaku menagku nekat melakukan aksinya karena nafsu tergiur melihat tubuh mulus korban.

Pelaku kini sudah diamankan di sel tahanan Polsek Lage disangkakan pasal 82 ayat 1 UUD no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun minimal 5 tahun penjara.

Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti di lokasi kejadian seperti baju dan celana korban, bantal serta BH yang digunakan korban.

“Saat ini kami masih mencari bukti-bukti lain dan mencari saksi lain serta terus berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan,” tutup Iptu Faisal. (rdn/ap/fma)

Laporan : Ryan Darmawan

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan