Tak Bisa Bayar Utang, Ibu Ini Lapor Dijambret

oleh -
Ibu Rumah Tangga berinisial NP (35) usai melakukan pemeriksaan dan membuat surat pernyataan permohonan maaf didampingi suaminya di Polsek Bahodopi. (Foto: Polsek Bahodopi)

MOROWALI, Kabar Selebes – Kamis (04/02/2021) pagi, Kantor Polsek Bahodopi didatangi seorang ibu rumah tangga berinisial NP (35) warga desa Pebatae, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali untuk melaporkan dugaan penjambretan. Usut punya usut, laporan emak-emak ini ternyata hanyalah tipu daya untuk menghindari desakkan pembayaran utang yang sudah jatuh tempo.

Kepala Polsek (Kapolsek) Bahodopi, Inspektur Satu (IPTU) Zulfan, SH, menjelaskan, emak-emak ini mengaku saat berkendara sepeda motor tiba-tiba tas miliknya yang berisi uang Rp 8 juta dirampas oleh jambret tidak jauh dari Gereja Toraja, Desa Bahodopi.

Kejadian itu lantas membuat NP jatuh dari motor yang sedang dikendarai. Berselang beberapa waktu kemudian, korban langsung ditolong oleh warga yang melintas dan diantar ke Polsek Bahodopi untuk membuat laporan.

Tentunya kata Zulfan, sesuai prosedur Polisi akhirnya melakukan interogasi, selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan dugaan terjadinya pencurian dengan kekerasan (jambret).

“Dari hasil olah TKP dan keterangan NP terdapat banyak kejanggalan, hingga akhirnya pihak kepolisian memanggil saudari Nurmala yaitu orang yang memberikan pinjaman uang kepada NP,” terangnya.

Lanjut kata Zulfan, dari keterangan Nurmala dan beberapa kejanggalan yang ditemukan Polisi, akhirnya NP pun mengakui kalau laporan penjambretan yang disampaikan adalah tidak benar atau palsu untuk menghindari desakan pembayaran utang yang sudah jatuh tempo.

“NP nekat membuat laporan palsu ke Polsek Bahodopi dengan mengaku sebagai korban penjambretan, karena desakan untuk segera membayar utang sebesar Rp 8 Juta kepada Nurmala yang dijanjikan akan dibayar dua minggu kemudian,” ungkap Kapolsek.

Atas kejadian laporan palsu tersebut, kini Kapolsek Bahodopi telah memberikan teguran dan nasehat kepada NP. Selain itu, dengan disaksikan suaminya NP juga diminta untuk membuat surat pernyataan dan meminta maaf.

“Pihak Polsek Bahodopi akan memproses NP sesuai prosedur hukum yang berlaku, apabila tindakannya diulangi di kemudian hari,” tegas Kapolsek.  (maf/ap/fma)

Laporan: Mohammad Arief.

Silakan komentar Anda Disini....
(Visited 105 times, 1 visits today)