Intip Kesibukan Warga Tionghoa Sambut Tahun Baru Imlek di Kala Pandemi

  • Bagikan
Warga Tionghoa Palu membersihkan patung dewa-dewi Budha di Wihara Eka Dharma Manggala, Minggu (07/02/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Cuaca panas akhir pekan Minggu (07/02/2021) di Kota Palu tak menyurutkan semangat warga keturunan Tionghoa  untuk datang ke Wihara. Sejak siang bolong mereka sudah berkumpul di Wihara Eka Dharma Manggala untuk melaksanakan giat bersih-bersih. Tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang perayaan tahun baru Imlek.

Warga Tionghoa Palu membersihkan patung dewa-dewi Buddha di Wihara Eka Dharma Manggala. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.ID)

Perayaan Imlek pada tahun 2021 akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab pandemi Covid-19 Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meminta agar perayaan tahun Kerbau Logam dilakukan secara sederhana. Meski demikian beberapa tradisi tetap dilaksanakan, salah satunya pembersihan di area wihara.

Para pemuda hingga orang lanjut usia tak mau kehilangan momen menyambut perayaan setahun sekali. Diiringi senandung musik tradisional negeri tirai bambu mereka antusias membersihkan setiap sudut kawasan wihara dari lantai satu hingga lantai empat.

Patung-patung dewa-dewi Budha (Rupang) yang telah berdebu dibersihkan menggunakan air khusus yang telah disiapkan. Tak lupa setiap sudut wihara dipercantik. Lampion merah yang warnanya sudah pudar diganti dengan lampion yang baru.

Wakil ketua Vihara Eka Darma manggala, Willem Candra menuturkan, sebab edaran dari kementerian agama mau tidak mau perayaan Imlek dilaksanakan secara sederhana, termasuk ibadah bersama di wihara ditiadakan.

Puja bakti di wihara pada saat perayaan imlek 12 Februari nanti akan dilakukan dengan orang terbatas hanya melibatkan pengurus inti. Sementara itu, jemaat di wihara Eka Dharma Manggala yang jumlahnya sekira 500 orang akan melaksanakan ibadah di rumah masing-masing via zoom meeting.

“Nanti umat ibadah di rumah lewat zoom bersama daerah lainnya,” ujar Awi sapaan akrab Willem Candra kepada KabarSelebes.ID.

Selain itu, kebudayaan Tionghoa lainnya saat menyambut cap go meh yang dibuat megah dengan tema “Jalan-jalan ke kampung China” tahun ini turut ditiadakan. Padahal tahun lalu pegelaran perdana itu sukses mengundang ribuan warga Palu untuk berkunjung.

“Kita itu rencananya adakan di kalender tiap tahun, tapi karena Covid-19 ya kita tiadakan lagi,” ujar Wilem Candra. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan