Tingkatkan Kapasitas Personel Tangani Korban Bencana, Polda Sulteng Gelar Pelatihan Basic Training DVI

oleh -
Suasana pelatihan Basic Training Disaster Victim Identification (DVI) Fase I di aula Hotel Jazz kota Palu, Selasa (09/02/2021). (Foto: Humas Polda Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Pelatihan Basic Training Disaster Victim Identification (DVI) Fase I, Tahun Anggaran (T.A) 2021, Selasa (09/02/2021) pagi, di aula Hotel Jazz. Pelatihan ini digelar guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas personel di lapangan dalam melaksanakan tugas penanganan korban bencana.

Dengan mengambil tema “Guna Mendukung Kegiatan Kepolisian Menuju Polri Yang “Presisi” (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan)”, kegiatan digelar selama tiga hari, mulai dari tanggal 9 – 11 Februari 2021.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Polda Sulteng, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Hery Santoso. Hadir pada kegiatan itu sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng dan para peserta dari personel jajaran Polres dan para personel di satuan kerja Polda Sulteng.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan personel yang terlatih, handal, profesional dan terpercaya serta bersifat permanen dalam menangani bencana massal di wilayah Provinsi Sulteng,” ujar Wakapolda Sulteng saat memberi sambutan.

Hery menjelaskan, Sulteng merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang masuk dalam daerah rawan bencana. Berbagai ancaman seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, kekeringan, angin puting beliung, tanah longsor, gelombang pasang, kebakaran hutan, termasuk kerusuhan maupun bencana sosial sangat berpotensi terjadi.

Ia pun menyatakan bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 silam, tidak hanya membawa kesedihan, kehilangan nyawa, harta benda dan kerusakan infrastruktur penting, tetapi juga menyebabkan trauma pada masyarakat khususnya perempuan dan anak.

“Akibat dari bencana tersebut, sering kali korban sulit dikenali, maka penting dilakukan identifikasi dalam hal ini proses DVI Fase I untuk dapat memastikan identitas dari masing-masing korban,” jelasnya.

Wakapolda Sulteng juga menambahkan, proses identifikasi menjadikan satu hal yang wajib untuk dilakukan terhadap korban bencana. Keakuratan dan ketepatan atas hasil dari proses identifikasi menjadi mutlak.

“Sehingga diperlukan tenaga-tenaga yang profesional dan terampil agar kesalahan ataupun kekeliruan dalam proses identifikasi dapat diminimalisasi,” pungkasnya.

Wakapolda Sulteng berharap, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan para peserta pelatihan DVI, sehingga mampu mengaplikasikan kegiatan di lapangan. (maf/ap/fma)

Laporan : Mohammad Arief.

Silakan komentar Anda Disini....