Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Jembatan Lalove Palu Belum Ditahan

  • Bagikan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Palu, Greafik Loserte saat menggelar konferensi pers Jumat (19/02/2021). (Foto: Rifaldi Kalbadjang/ KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Anoa II yang merupakan akses masuk ke jembatan lalove (Palu V). Ketiga orang tersangka itu saat ini belum ditahan oleh pihak penyidik.

Para tersangka itu ialah DG, mantan pengguna anggaran di Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, FD mantan pejabat di internal Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, dan MN orang yang dianggap menikmati kerugian keuangan negara (pemilik tanah).

Greafik Loserte, Kepala Seksi Intelijen Kejari Palu saat menggelar konferensi pers menjelaskan, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka diduga merugikan uang negara dalam memproses pelebaran lahan untuk akses jalan jembatan V Palu.

Pada prosesnya, pelebaran lahan itu dilakukan oleh Dinas Tata ruang dan pertanahan kota Palu. Perbuatan melawan hukum yang ditemukan oleh Kejari yakni tidak terdapat rencana teknis luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan dan pelebaran jalan.

“Kita menemukan adanya kejanggalan dalam konteks pihak instansi yang membebaskan tanah. Mereka membebaskan sebuah tanah di luar pada rencana dan tidak terkena badan jalan,” terangnya, Jumat (19/02/2021).

Selanjutnya, pihak penyidik kata dia juga menemukan dugaan adanya pelanggaran wewenang. Sebab dalam sebuah kop surat permohonan yang diajukan oleh pemilih tanah ke pemerintah kota Palu untuk pembebasan lahan, berisi informasi yang tidak benar lahan terkena garis sepadan bangunan.

“Sementara pada regulasi Walikota Palu itu disebutkan garis sepadan bangunan itu adalah adalah syarat formil untuk mendirikan bangunan baru, bukan untuk menentukan kualifikasi bangunan lama,” ujar Greafik.

Olehnya, atas temuan-temuan itu pihak Kejari mensinyalir para tersangka merugikan keuangan negara yang saat ini jumlahnya masih dilakukan perhitungan oleh auditor.

Meski demikian, sebab penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang cukup, maka dari 17 orang saksi yang diperiksa tiga orang kini telah ditetapkan jadi tersangka.

”Saat ini kasus akan dilakukan pendalaman terkait fakta-fakta penyidikan yang dalam konteks ini akan kita cepat pemberkasan dan akan dipindahkan ke pengadilan negeri Palu,” ujarnya.

Greafik menambahkan penyidik hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadap para tersangka. Akan tetapi kata dia penahanan itu pasti tetap akan ada menunggu hasil pendalaman temuan fakta di lapangan. (ap/fma)

Laporan: Adi Pranata.

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan