Hari Tanpa Bayangan Akan Terjadi di Sulteng Pertengahan Maret, Berikut Tanggal dan Waktunya

  • Bagikan
Ilustrasi bayangan (Shutterstock)

PALU, Kabar Selebes – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu menyatakan di beberapa daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan terjadi fenomena hari tanpa bayangan. Buat kamu yang penasaran dan tidak mau melewatkan fenomena alam ini berikut tanggal dan waktunya.

Berdasarkan analisis stasiun meteorologi kelas II mutiara Sis Al-jufri palu, fenomena tersebut akan melanda seluruh wilayah Sulteng pada Rabu (14/03/2021).

Hari tanpa bayangan terjadi paling awal di daerah-daerah Bungku Kabupaten Morowali pada tanggal 14 Maret 2021 Pukul 12:01:20 WITA. Diikuti oleh daerah Kolonedale pada tanggal 15 Maret 2021 Pukul 12:03:36 WITA dan daerah Banggai pada tanggal 16 Maret 2021 Pukul 11:54:40 WITA.

Disusul oleh dua daerah lainnya yaitu Salakan dan Poso pada tanggal 17 Maret 2021 Pukul 11:55:13 WITA dan 12:05:22 WITA.

Selanjutnya pada tanggal 18 Maret 2021 terdapat lima daerah yang terjadi kulminasi yaitu daerah Luwuk Pukul 11:56:56 WITA, Ampana Pukul 12:01:45, Parigi Moutong Pukul 12:07:24 WITA, daerah Sigi Biromaru Pukul 12:08:36 WITA, dan daerah Kota Palu Pukul 12:08:41 WITA.

Serta daerah Banawa terjadi pada tanggal 19 Maret 2021 pukul 12:08:50 WITA. Lalu ditutup pada tanggal 23 Maret 2021 oleh daerah Buol pukul 12:00:52 WITA dan daerah Toli-Toli pukul 12:03:21 WITA.

Meski begitu, Forecaster BMKG stasiun kelas II mutiara Sis Al-jufri Palu, Isna putri mengatakan kecil kemungkinan untuk melihat langsung fenomena hari tanpa bayangan. “Karena fenomena tersebut tidak dapat disaksikan jika cuaca buruk melanda, sebab matahari akan tertutup awan,” katanya.

Pihak BMKG menjelaskan fenomena hari tanpa bayangan atau kuliminasi juga disebut sebagai gerak semu matahari. Fenomena tersebut terjadi setiap tahunnya dan sudah berlangsung di beberapa wilayah di Indonesia.

Hari tanpa bayangan merupakan fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Oleh sebab itu hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa. Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut. (mah/ap/fma)

Laporan: Moh. Arief Husain

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan