KPPA Sulteng Tanggapi Tingginya Angka Pernikahan Usia Dini dan Narkoba di Parigi Moutong

  • Bagikan
Direktur KPPA Sulteng, Mutmainah Korona.

PARIGI MOUTONG, Kabar Selebes – Tingginya angka pernikahan anak usia dini dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Parigi Moutong mendapat tanggapan dari Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Tingginya angka pernikahan anak usia dini dan penyalahgunaan narkoba di Parigi Moutong bukan hanya menjadi tugas pihak terkait dan aparat penegak hukum atau BNN,” ujar Direktur KPPA Sulteng, Mutmainah Korona, usai memberikan materi kegiatan pelatihan penguatan organisasi perempuan dalam pencegahan kekerasan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng, Sabtu, (6/3/2021)

Menurutnya, terkait penanganan hal itu, harus menjadi mainstream yang perlu dimulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat disertai regulasi daerah yang mengikat.
Pasalnya, hal tersebut harus dikerjakan secara teknis.

Ia menyebutkan, anggaran BNN hanya mencapai Rp50 juta, yang dinilainya sangat kecil.

Anggaran tersebut, kata dia, hanya disiapkan untuk melakukan penyergapan kepada kelompok-kelompok pengguna narkoba.

Sedangkan proses pencegahan narkoba, kata dia, tidak boleh hanya dalam konteks pemadam kebakaran.
Tetapi, harus dimulai dari keluarga yang harus melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti DP3A, Dinas Sosial (Dinsos) maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Dengan melibatkan beberapa pihak, tidak hanya untuk penyuluhan tapi kemudian memastikan informasi tersebut harus diperkuat kepada keluarga agar bisa memproteksi dini kepada anak-anaknya.

“Selain itu proses pencegahan terhadap narkoba ini juga bisa dikerahkan melalui anak muda. Misalnya ada anak muda yang miliki vokal poin, sehingga bisa menyebarkan informasi itu kepada anak muda lainnya,” katanya.

Menurutnya, dengan dimulainya pencegahan terhadap narkoba ini, seharusnya harus menjadi salah satu kurikulum pendidikan yang tujuannya untuk dijadikan sebagai teman curhat.

“Karena banyaknya kasus narkoba terhadap anak, itu salah satu faktornya adalah permasalahan yang sering terjadi di keluarganya serta pergaulan di lingkungan yang kurang bagus,” tuturnya.

Menurutnya, terkait perkawinan anak, harus diperkuat banyak hal, baik penguatan keluarga serta pendidikan anak yang juga harus baik.

Selain itu, memperkuat juga dengan alokasi anggaran dari Pemda setempat yang dapat menunjang ekonomi masyarakat.

Hal terpenting dalam pencegahan perkawinan anak, kata dia, harus diperketat dengan kerja-kerja konkrit yang ada di Pemda serta harus bersinergi dengan DPRD.

“Tujuannya, agar upaya pengawasan di lapangan bisa dilakukan serta dapat mendata By Name By Addres untuk mengetahui apa yang menjadi masalah perkawinan anak,” pungkasnya. (rkb)

Laporan : Rifaldi Kalbadjang

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan