Hari Perempuan Internasional, DP3A Palu Minta Peran Aktif Masyarakat Tekan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

  • Bagikan
Irmayanti Petalolo, Kepala DP3A Kota Palu

PALU, Kabar Selebes – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Palu di momen hari Perempuan Internasional meminta semua elemen masyarakat harus berperan aktif dalam upaya mencegah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Pencegahan maupun penanganan terhadap kekerasan tentunya harus melibatkan semua OPD terkait maupun masyarakat terutama keluarga, sehingga program yang telah dilakukan yang menyangkut penguatan keluarga itu sendiri bisa berjalan dengan baik,” kata Kepala Dinas DP3A Palu, Irmayanti Petololo kepada KabarSelebes.ID, Senin (08/03/2021).

DP3A mencatat di tahun 2020 jumlah kasus kekerasan perempuan di kota Palu berjumlah 81 kasus. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya berjumlah 85 kasus. Dari 8 kecamatan, wilayah Palu Selatan masih tertinggi di angka 29 kasus Kekerasan terhadap perempuan.

Irma bilang dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak itu, banyak hal yang telah dilakukan pemerintah kota Palu, baik dari dinas pemberdayaan perempuan maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

DP3A kata dia salah satunya telah membentuk Satuan Tugas Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di beberapa Kelurahan. “Saat ini ada tiga kelurahan yang di sudah bentuk dalam upaya pencegahan,” ujarnya. Ke depan Satgas ini juga akan dibentuk di kelurahan lainnya.

Selain itu, DP3A kata dia juga telah melakukan penjangkauan ke sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang sudah terbentuk di masyarakat. Misalnya Satgas k5, lembaga adat dan juga BNN untuk menghindari kekerasan oleh faktor obat-obatan terlarang .

Dengan upaya itu, Irma berharap di hari perempuan internasional ini segala kasus – kasus kekerasan yang dihadapi perempuan bisa tertangani dan terlayani secara baik.

“Sehingga banyak kasus terjadi bukan hanya didampingi peran dari DP3A, tetapi juga didampingi oleh teman-teman NGO pemerhati perempuan dan anak termasuk semua elemen masyarakat yang terpanggil untuk melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, Psikis, sexual maupun penelantaran,” pungkasnya. (ah/ap)

Laporan: Arief Husain

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan