Kisah Penyintas Gempa Palu Dua Tahun Belum Terima Bantuan

  • Bagikan
Kondisi dapur rumah Anwar Langkona pasca gempa yang hanya ditutup menggunakan kain dan terpal di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Arief Husain/KabarSelebes.ID).

PALU, Kabar Selebes – Dua tahun berlalu pasca bencana alam gempa, tsunami, likuifaksi, Anwar Langkona bersama keluarganya di kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Timur hingga saat ini belum merasakan bantuan sama sekali. Rumah yang rusak parah akibat gempa kini hanya dibungkus menggunakan kain dan terpal.

Anwar kepada KabarSelebes.ID mengaku dana stimulan yang diharapkan bisa digunakan memperbaiki rumah tak kunjung diterima. Padahal tetangga lain di tempat tinggalnya telah menerima bantuan untuk rumah rusak akibat bencana tersebut.

“Rumah saya ini termasuk dalam kategori rumah rusak berat, karena ketika terjadi gempa dapur saya rata dengan tanah,” ujarnya.

Ia bukannya tidak berusaha, segala upaya dia telah lakukan mulai dari melengkapi dokumen sebagai syarat penerima dana stimulan, hingga beberapa kali mendatangi pihak kelurahan.

Namun apa daya usahanya selalu berakhir sia-sia dan hanya diminta menunggu dari pihak kelurahan. Bahkan, hingga orang tuanya meninggal dunia dana stimulan diharapkan bisa membantu tak kunjung diterima.

Tembok dapur rumahnya yang rubuh akibat gempa kini hanya ditutupi dengan menggunakan kain dan terpal. Atap rumahnya pun hanya menggunakan seng bekas dari sisa bangunan yang runtuh. “Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan,” katanya.

Ia berharap keinginannya bisa didengar pemerintah, karena selama dua tahun dia menunggu kepastian dana stimulan tak kunjung didapat untuk modal perbaikan rumah.

Sebagai informasi dana stimulan merupakan bantuan dari pemerintah untuk tahap rekonstruksi rumah rusak akibat gempa bumi. Pemerintah kota Palu hingga saat ini dalam tiga bulan ke depan masih berupaya mencairkan dana stimulan lanjutan. 

Sementara, pihak kelurahan Mamboro melalui Kepala seksi pemerintahan, Beny Elfianto mengatakan warga yang belum menerima bantuan disebabkan oleh adanya pergantian lurah.

Pihak kelurahan kata dia sudah melakukan verifikasi dan validasi data kembali untuk selanjutnya akan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Yang belum mendapat dan stimulan itu, tidak hanya satu atau dua orang saja, tetapi masih banyak juga yang belum dan masih menunggu hingga detik ini. Perintah yang disampaikan oleh Walikota Palu terkait dengan 100 hari kerja untuk tiga bulan pembayaran transaksi terkait dengan rumah rusak ringan ini,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk terus bersabar, sebab persoalan dana stimulan tidak semua langsung dikeluarkan sekaligus untuk korban gempa di kelurahan Mamboro dan akan dilakukan secara bertahap. (ah/ap/fma)

Laporan: Arief Husain.

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan