Morowali Masih Krisis Listrik, Anleg DPR RI Lakukan Pembicaraan di Suluttenggo

  • Bagikan
Ahmad Ali dan Anwar Hafid

MOROWALI, Kabar Selebes – Kondisi listrik di daerah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memprihatinkan. Hal itu disebabkan karena suplay daya listrik mengalami defisit, sehingga PLN Cabang Bungku melakukan pemadaman secara bergilir di setiap kecamatan.

Hal itu menimbulkan keluhan berkepanjangan dari masyarakat selama sepekan terakhir. Sedangkan pihak PLN menyebut bahwa gangguan mesin terjadi di Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, dan penurunan daya di Perusahaan Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Desa Sakita, Kecamatan Bungku Tengah. Imbasnya terjadi defisit daya ULP PLN Bungku.

Kondisi listrik di Morowali itu mendapat perhatian dan sindiran dari dua Legislator Pusat asal Morowali, yakni Anwar Hafid dan Ahmad Ali. Keduanya tak tinggal diam dengan kondisi listrik yang semakin memprihatinkan di daerah berjuluk ‘Bintang Dunia’ itu.

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Anwar Hafid, mengatakan bahwa setelah menelusuri persoalan defisit daya listrik di Morowali, pihak perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada prinsipnya masih siap membantu PLN memberikan tambahan daya.

Meski demikian, kata dia, saat ini masih terbentur pada persetujuan Kepala PLN Sulutenggo di Manado. Hingga sekarang belum memberikan persetujuan pembelian daya dari PT IMIP, dikarenakan masih berusaha mencari payung hukum yang tepat. Sehubungan PT IMIP bukan suplayer daya listrik.

“Saya dan pak Ahmad Ali sedang melakukan pembicaraan di tingkat Sulutenggo Manado, mohon doanya semua ya,” ujar mantan bupati Morowali dua periode ini, saat dihubungi via WhatsApp pada Sabtu (27/03/2021).

Ia pun menyebut Morowali kini berjuluk ‘Bintang Dunia’, karena menjadi pemasok bahan bakar bagi rencana-rencana besar untuk pabrik baterai bagi bahan bakar kendaraan listrik seluruh dunia. “Tapi justru mengalami padam listrik terus menerus,” katanya prihatin.

Hal senada diutarakan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem), Ahmad Ali. Ditandaskannya, bahwa sangat tak adil kalau hanya suka sumber daya alam, tapi tak berkontribusi membangun Morowali.

“Kelangkaan listrik ini bisa memicu masalah-masalah sosial,” tandas Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Dua politisi nasional itu merasa miris lantaran investasi hingga kini belum membuat Morowali terlepas dari krisis listrik. (ahl/ap)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan