HUT ke-57 Sulawesi Tengah Diperingati Sederhana

  • Bagikan
Peringatan HUT ke-57 Sulawesi Tengah dilakukan secara sederhana di halaman Kantor Gubernur, Selasa, 13 April 2021. (Foto Humas Pemprov Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Bertepatan dengan awal puasa Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi dan situasi pandemic, peringatan HUT ke-57 Provinsi Sulawesi Tengah dihelat secara sederhana dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tema peringatan kali ini yaitu ”Sukseskan program vaksinasi covid-19 menuju Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing”.

Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola selaku inspektur upacara dalam sambutannya mengatakan rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang periode tahun 2016-2020 secara riil mencapai 10,27 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen. Bahkan untuk tahun 2020, di tengah mewabahnya covid-19, pertumbuhan ekonomi masih dapat bertahan di kisaran positif.

Upaya pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengurangi kemiskinan masih terus diupayakan. Walaupun sempat mengalami penurunan dari 14,22 persen pada tahun 2017 menjadi 13,69 persen pada tahun 2018, akan tetapi masih berkutat di atas rata-rata nasional yaitu sebesar 13,65 persen. Pemerataan pendapatan yang direfleksikan dengan indeks gini provinsi sulwesi tengah pada kurun waktu 2016-2021 sebesar 0,33 poin, lebih rendah dari rata-rata koefisien gini nasional sebesar 0,39 poin. Hal tersebut menandakan kesenjangan individu lebih rendah daripada nasional, dan sekaligus mengindikasikan semakin tingginya partisipasi masyarakat membangun daerahnya.

Indeks pembangunan manusia (IPM) dari waktu ke waktu terus membaik, yang ditunjukkan dengan meningkatnya komponen-komponen pembentuk IPM seperti kesehatan, pendidikan dan pengeluaran perkapita, meskipun masih lebih rendah dibandingkan IPM nasional yang mencapai 71,25 poin, sementara dari dari segi tingkat pengangguran terbuka (TPT), Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2016-2020 sebesar 3,48 persen, lebih rendah daripada TPT nasional sebesar 5,76 persen.

Lebih lanjut gubernur menyampaikan, bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, khususnya menimpa kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong tanggal 28 September 2018 turut memberi dampak pada perlambatan roda pembangunan. Bahkan dalam masa pemulihan rehab-rekon pascabencana, kembali terjadi bencana nasional nonalam berupa pandemi covid-19 sejak bulan Maret 2020.

“Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia telah menetapkan strategi program vaksinasi nasional covid-19 sebagai game changer untuk mengendalikan pandemi dan sekaligus menjadi kunci penentu, memulihkan kehidupan masyarakat dan membangkitkan perekonomian,” kata Longki Djanggola.

Lanjut Longki menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Tengah agar bekerjasama dalam mendukung dan menyukseskan program vaksinasi Karena tujuannya sangat baik, diantaranya untuk menurunkan angka fatalitas dan kesakitan akibat covid-19, memperkuat kekebalan tubuh, dan menjaga produktivitas masyarakat yang pada akhirnya dapat meminimalkan dampak sosial-ekonomi akibat covid-19. Meskipun vaksinasi tidak otomatis membuat seseorang menjadi kebal secara instan karena vaksin terbaik adalah dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Pada kesempatan itu, gubernur atas nama pribadi dan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada para tokoh daerah selaku founding father dalam proses lahirnya Provinsi Sulawesi Tengah 57 tahun silam serta para mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang pernah mengisi tampuk kepemimpinan di daerah serta pejabat terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, gubernur sekaligus memohon pamit kepada seluruh komponen masyarakat Sulawesi Tengah, karena tanggal 16 juni 2021 merupakan akhir masa pengabdian dalam memimpin daerah, sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada bupati/walikota, forkopimda, ASN, para mitra dan pemangku kepentingan yang ikut membantu kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan selama ini serta masyarakat Sulawesi Tengah yang telah menitipkan mandat kepercayaan dan harapannya kepada kami. Insya Allah program pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini dapat memberikan makna dan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Provinsi Sulawesi Tengah, kesejahteraan masyarakatnya dan juga ridho keberkahan di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” sebut gubernur.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Tengah, Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Asisten, Staf Ahli Gubernur dan kepala OPD lingkup Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua tim penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah serta pihak terkait lainnya. (*/ptr)

Laporan : Pataruddin

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan