Asa Ramadhan

  • Bagikan
Ilustrasi (pixabay/chiplanay)

SEPEKAN ramadhan terlalu berlalu dan pergumulan akan langgam hidup bulan penuh kebaikan ini telah kita rasakan. Ada nikmat nikmat yang tak terucap sekaligus ada harapan harapan yang tak sampai.  Tapi semangat ramadhan tetap jalan  menetap bersama kehidupan kita karena ini baru fase awal dari pencapaian menjadi manusia paripurna.

Ramadhan bukan hanya sekadar ibadah  puasa , tarawih dan tadarusan  tapi ada amalan amalan lain yang sifatnya  bernilai tinggi. Amalan itu adalah sedekah. Dalam amatan di lapangan selama sepekan ini perkara sedekah masih sepi sepi saja padahal    Rasulullah SAW bersedekah dan lebih sering lagi bersedekah di bulan Ramadan. Sedekah di bulan Ramadan lebih besar pahalanya dibandingkan dengan sedekah yang sama yang dilaksanakan di bulan selain Ramadan.

Sedekah sunah yang dilakukan di bulan Ramadan mendapat pahala seperti sedekah wajib yang dilakukan di luar Ramadan. Sedekah wajib di bulan Ramadan mendapat pahala 70 kali lipat dibandingkan sedekah wajib yang sama yang dilakukan di luar Ramadhan.

ika di tengah bertambahnya harta tapi jiwa tetap gelisah. Jika rasa tidak tenang datang di saat kita bisa membeli apa saja. Coba tengok  bagaimana jalan kita memperoleh kekayaan tersebut. Adakah usaha tidak halal yang kita tempuh? Jika kita sudah merasa benar meraihnya, lalu bagaimana distribusi kekayaan tersebut kita alirkan? Sudahkah mereka yang berhak kita berikan juga?

Sedekah adalah sebuah upaya pembersihan harta. Soalnya harta juga bisa menjadi fitnah (ujian) keimanan yang cenderung menjadikan seseorang menjadi arogan dan sombong karena memiliki kekayaan yang banyak.

Mengelola harta memang bukan perkara mudah. Harta kerap mendatangkan keberuntungan, tetapi, jika salah menggunakan, harta justru menghasilkan kebuntungan. Karena itu, Islam memberikan panduan lengkap seputar cara mengelola harta agar kepemilikan harta berujung keberuntungan, bukan kebuntungan. Salah satunya adalah lewat ajaran sedekah. Harta yang disedekahkan, itulah harta yang sebenarnya, karena akan kekal sampai di alam baka. Yang berada di tangan tidak lain akan menjadi hak ahli waris.

Sedekah diibaratkan seperti air. Dimana air yang mengalir lebih menyegarkan dan menyehatkan dibandingkan air yang tidak mengalir yang lama kelamaan akan kotor, berbau dan menimbulkan penyakit. Sama halnya dengan harta kita, apabila kita menyedekahkannya di jalan Allah, maka sedekah itu akan membersihkan harta dan rezeki yang kita miliki, dan apabila kita menimbun dan tidak menyedekahkannya, maka harta itu akan menjadi penyakit bagi diri kita. Penyakit itu bisa berupa kesulitan dalam hidup, rezeki, usaha, bisnis, jodoh dan musibah lainnya

Bahagia itu sederhana, yaitu bisa berbagi dengan sesama. Disadari atau tidak bersedekah akan membuat Anda merasa bahagia yang tidak terkira. Berbagi kebahagiaan dengan sesama merupakan hal yang luar biasa.

Jangan bosan untuk bersedekah dan rasakan langsung manfaatnya untuk Anda dan orang lain. Mumpung bulan Ramadan yuk perbanyak bersedekah untuk mendapatkan banyak berkah dan manfaat.

Berbilang  keutamaan Ramadhan tersebut  sejatinya memberi motivasi dan semangat  untuk memperbanyak beribadah dan meningkatkan keimanan kita agar  menjadi orang bertakwa (muttaqin). Adalah sebuah kesia siaan belaka  bila Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan tersebut datang dan berlalu begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Maka sepatutnya  memanfaatkan momentum Ramadhan kali ini dengan memperbanyak ibadah. Jadikanlah Ramadhan kali ini Ramadhan terbaik kita. Seolah-olah ini Ramadhan terakhir kita. Semoga kita dapat meraih berbagai keutamaan yang disediakan pada bulan Ramadhan ini. Wallahul Mustaan. (H. Darlis Muhammad)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Investasi Rp92,4 Triliun, Al Bader Ventures Biayai Semua Pembangunan KEK Palu

JAKARTA, Kabar Selebes - Perusahaan investasi dari Kanada Al Bader Ventures Inc (AVI) berminat untuk...

Close