Zikir Ramadhan

oleh -
ilustrasi dzikir (foto:kumparan)

RAMADHAN  adalah terminal perenungan akan penyucian bathin. Tempat kita singgah sejenak hanya  sebulan saja  untuk menikmati  berbagai bentuk kenikmatan ibadah.  Kaum cendekia  menyebut ini ramadhan  bulan jamuan Allah. Dan bukan jamuan biasa. Jamuan teristimewa yang dipersembahkan bagi makhluknya yang beriman

Bagi mereka yang gagal mendulang kemuliaan dari jamuan tersebut, sungguh tak ada kalimat yang bisa menggambarkan betapa meruginya mereka. Karena memang, tidak semua  hamba allah  sukses meraih kemuliaan Ramadhan.

“Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali rasa lapar dan haus.” (Hadits Shahih : Imam  Ahmad). Jika demikian,  apakah kita termasuk orang-orang yang sukses mendulang rahmat dan maghfirah Allah Ta’ala di bulan Ramadhan?

Pada Ramadhan ini salah satu jamuan Allah yang amat dahsyat adalah Zikir, sebuah oase  peneduh jiwa yang sedang terbalut oleh kalut, sedih dan gundah. Ia memberi ruang tersendiri bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta

Dan dzikir merupakan jalan pintas paling mudah untuk meraih ketenangan dan kebahagian hakiki. Untuk melihat faedah dan manfaat dzikir, coba perhatikan kembali beberapa pesan wahyu Ilahi. Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari Anda, niscaya Anda akan mendapatkan kesembuhan.

Dengan berdzikir kepada Allah, awan ketakutan, kegalauan, kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan, dengan berdzikir kepada-Nya segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Tidak mengherankan bila orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tenteram hidupnya. Itulah yang memang seharusnya terjadi. Adapun yang sangat mengherankan adalah bagaimana orang-orang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala-berhala dunia.

Padahal, tak ada kata yang paling di bulan  ramadhan ini  selain zikir. Karena itu selama  Ramadhan  bersegeralah memperbanyak zikir, sekaligus juga  untuk selalu memejamkan mata dan menahan pandangan dari segala sesuatu yang tercela dan dibenci oleh agama.

Berzikirlah dengan tenang dan tawadhu .  Allah menghendaki agar dilakukan tidak dengan suara keras dan menundukkan kepala, karena Allah itu lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (Surat Qaaf, ayat 16). Itulah makna hidup manusia yang harus memperbanyak dzikrullah sebagaimana perintah Allah, karena nantinya manusia akan kembali kepada Allah selama-lamanya.

Dalam praktiknya antara dzikir dan doa dijalankan secara berimpitan. Dzikir mempunyai implikasi psikologis untuk melembutkan mata hati. Maka dari itu, dalam berbagai pengobatan penyakit hati, teknik terapinya adalah melalui dzikir.

Semakin banyak Anda mengingat Allah, pikiran Anda akan semakin terbuka, hati Anda semakin tenteram, jiwa Anda semakin bahagia, dan nurani Anda semakin damai sentausa. Itu, karena dalam mengingat Allah terkandung nilai-nilai ketawakalan kepada-Nya, keyakinan penuh kepada-Nya, ketergantungan diri hanya kepada-Nya, kepasrahan kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan pengharapan kebahagiaan dari-Nya. Dia senantiasa dekat ketika si hamba berdoa kepada-Nya, senantiasa mendengar ketika diminta, dan senantiasa mengabulkan jika dimohon. Rendahkan dan tundukkan diri Anda ke hadapan-Nya, lalu sebutlah secara berulang-ulang nama-Nya yang indah dan penuh berkah itu dengan lidah Anda sebagai pengejawantahan dari ketauhidan, pujian, doa, permohonan dan permintaan ampunan Anda kepada-Nya.

Kita adalah manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah. Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.

Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.

Memutus kendali sikap ego tersebut jawabannya adalah zikir. Memperbanyak zikir di bulan ramadhan ini selain dilipatgandakan pahalanya juga peluang diterimanya amat  terbuka lebar. Karena itu pada ramadhan ini tak ada alasan untuk tidak berkelindan dengan zikir. Dengan zikir segala urusan pun akan selalu dilancarkan dan hidup akan dipenuhi berbagai kebaikan demi kebaikan. Terlebih lagi, bagi yang mengerjakan shalat tarawih atau qiamul lail dan dilanjutkan dengan berzikir, niscaya doa dan keinginannya akan sangat mudah untuk terwujud. Insya Allah. Wallahul Mustaan. (H. Darlis Muhammad)

Silakan komentar Anda Disini....