Didominasi Kalangan Remaja, Laka Lantas di Sulteng Meningkat 27 Persen

  • Bagikan
Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng, Kombes Pol Kingkin Winisuda saat konferensi Pers di gedung Wirasatya Mako Dit Lantas Polda Sulteng, Selasa (27/4/2021). (Foto: Humas Polda Sulteng)

PALU, Kabar Selebes – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mendata jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) secara umum mengalami kenaikan sebesar 27 persen. Kenaikan kasus diketahui setelah menggelar Operasi Keselamatan Tinombala 2021 selama 14 hari, mulai tanggal 12 sampai dengan 25 April 2021.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)

Kingkin Winisuda menyebutkan jenis kecelakaan lalu lintas didominasi oleh depan samping. Sementara pekerjaan pelaku laka lantas didominasi oleh karyawan/swasta.

“Kenaikan sebesar 27 persen itu terlihat dari jumlah kejadian laka lantas dari tahun lalu sebesar 22 kasus dibandingkan dengan tahun ini sebesar 28 kasus (naik 6 kasus),” terangnya saat melaksanakan konferensi Pers di gedung Wirasatya Mako Dit Lantas Polda Sulteng, Selasa (27/4/2021).

“Parahnya usia korban laka lantas didominasi umur 16-25 tahun, serta pelaku laka lantas didominasi tanpa Surat Izin Mengemudi,” imbuh dia.

Dijelaskannya lokasi laka lantas berdasarkan kawasan paling dominan adalah kawasan pemukiman, berdasarkan status jalan paling dominan adalah jalan Provinsi, serta berdasarkan fungsi jalan paling dominan adalah jalan arteri.

Meski jumlah laka lantas mengalami peningkatan sebanyak 6 kasus atau naik 27 persen, menurut dia korban meninggal dunia (MD) mengalami penurunan sebanyak satu orang atau turun -17 persen.

“Ini dikarenakan, tingkat kesadaran masyarakat tentang berlalu lintas sudah mulai baik,” ujarnya.

Di sisi lain Kingkin menuturkan selama melaksanakan Ops Keselamatan Tinombala penindakan yang dilakukan personel secara umum mengalami kenaikan sebesar 57 persen. Ini terlihat dari jumlah dari tahun 2020 sebesar 5.765 kasus dibandingkan dengan tahun ini sebesar 9.073 kasus (naik 3.308 kasus).

“Laporan kejadian laka lantas mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan di tahun 2020 terdapat pandemi Covid 19, sehingga giat masyarakat berkurang dan dibatasi sedangkan di tahun 2021 giat masyarakat perlahan sudah mengalami new normal terlihat dari aktifitas masyarakat yang sudah meningkat,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan Dikmas Lantas secara umum mengalami kenaikan sebesar 13 persen. Jika tahun 2020 jumlah Dikmas tahun lalu sebesar 17.946 giat, tahun ini 2021 ini ada sebesar 20.226 giat atau naik 2.280 giat.

Begitu juga dengan kegiatan Turjawali pada Ops Keselamatan Tinombala 2021

secara umum mengalami kenaikan sebanyak 39 persen. Terlihat pada jumlah Giat Turjawali tahun lalu sebesar 12.122 Giat dibandingkan dengan tahun ini sebesar 16.823 Giat atau naik 4.701 giat).

Demikian, meskipun operasi telah berakhir, Kingkin menuturkan jajaran Dit Lantas Polda Sulteng akan terus melakukan imbauan dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara.

“Ops keselamatan 2021 ini juga bertujuan mensosialisasikan larangan mudik dari pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid 19 dan akan melaksanakan penindakan dengan E-Tilang terhadap setiap pelanggaran bagi masyarakat Sulteng khususnya kota Palu jelang hari raya Idul Fitri,” pungkasnya.  (maf/ap)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan