Belajar Tatap Muka di Palu Ditunda Lagi, Kenapa?

  • Bagikan
Ilustrasi: Aktivitas belajar mengajar. (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali menunda rencana pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Sebelumnya pembelajaran di sekolah telah tiga kali direncanakan mulai dari awal bulan September 2020, April dan Mei 2021.

Kepala Dikbud Palu, Ansyar Sutiadi menuturkan penundaan kembali dilakukan sebab mobilitas masyarakat yang begitu tinggi menjelang Idul Fitri. Penundaan juga dilakukan sebab data dari surveylance menunjukan jumlah kasus Covid-19 di Kota Palu meningkat secara signifikan.

“Atas pertimbangan tersebut maka kami menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah,” kata Ansyar, Jumat (30/04/2021). Ia khawatir sekolah jadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Penundaan itu juga telah dituangkan pemerintah lewat surat edaran Nomor: 420/1751/DIKBUD. Pada surat edaran disebutkan penundaan tatap muka di awal Mei tepatnya tanggal 03, ditunda sampai dikeluarkannya edaran terbaru.

Selain beberapa pertimbangan di atas, dalam SE itu dijelaskan bahwa yang membikin penundaan Kegiatan belajar tatap muka (KBM) tatap muka ialah vaksinasi bagi guru belum seluruhnya terlaksana. Selain itu penundaan juga dilakukan sebab rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indoensia.

Memang vaksinasi kata Ansyar, secara keseluruhan sudah ada 80 persen guru se kota Palu yang Divaksin. “Memang ada beberapa guru yang belum divaksin karena kondisi kesehatan. Ada yang hamil, penyakit penyerta, itu kita beri waktu yang pas untuk melaksanakan vaksinasi,” ujar dia.

Ia pun mengakui secara keseluruhan, sekolah baik SD maupun SMP di Kota Palu sudah sangat siap untuk kembali melaksanakan KBM tatap muka. Kesiapan ini terbukti sudah begitu banyaknya sekolah yang melaksanakan persiapan mulai dari Simulasi KBM tatap muka di tengah pandemi Covid-19, menyediakan sarana-prasarana penunjang belajar tatap muka, serta komunikasi intens bersama orang tua peserta didik.

“Cuma karena kondisi pandemi yang fluktuaktif, ini juga sangat mengkhawatirkan, kami tidak berani mengambil resiko, karena kesehatan menjadi hal yang utama,” tandasnya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan