Membantu Orang Lain Bangkit Adalah Mimpi Terbesar yang Telah Diwujudkan Dwi Prihandini

  • Bagikan
Foto: Facky Bawole untuk CCI

AMBON, Kabar Selebes – Ketulusan membantu orang lain dan tidak pernah mengharap balasan atau imbalan atas semua yang telah dilakukan tidak semua bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, bagi Dwi Prihandini Pendiri dan Direktur Clerry Cleffy Institute (CCI) ketulusannya membantu orang lain bangkit adalah mimpi terbesar dalam hidupnya dan hal itu telah Ia wujudkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Salah satunya memberikan beasiswa senilai Rp75 juta untuk membantu anak-anak dengan orang tua ODHA dan ODH serta anak dengan HIV Aids  (ADHA) saat momen peringatan Hardiknas di Maluku.

Bantuan 75 juta itu Ia salurkan melalui Mitra Rumah Beta Maluku (RBM) yang telah lama bekerjsama dengan CCI. Clerry Cleffy Institute merupakan mitra Rumah Beta (RBM) Maluku di Ambon dan merupakan pendonor tetap bagi RBM.

“Selama beberapa tahun ini saya telah mengeluarkan dana pribadi sebesar 490 juta untuk beberapa pos antara lain, beasiswa pendidikan selama 3 tahun berturut turut sebesar 230 juta, pemberdayaan bantuan usaha loundry sebesar 15 juta, penerbitan sekaligus rilis buku “Kami Baik baik saja” sebesar 100 juta, sepeda untuk 27 anak sekitar 27 juta, biaya persalinan 5 juta, sembako saat gempa 7,5 juta, THR 3 juta, biaya 2 kali pelatihan sebesar 30 juta dan biaya lain lain 5 juta,” kata Dini melalui keterangan tertulisnya yang dikirim melalui pesan WhatsApp, Rabu, (5/5/2021).

Pemberian beasiswa tahun ini diberikan melalui Evilin koordinator RBM, dihadiri pengurus RBM dan anak anak serta orangtua dari anak anak dengan orangtua ODHA dan ODH serta ADHA Anak dengan HIV/AIDS berlokasi di Shedini Ambon, Pantai Welaring, Hukurila, Ambon, Maluku pada Senin, 3 Mei 2021.

Menurut Dwi Prihandini, pemberian beasiswa ini sebagai bentuk nyata dukungan moral bagi anak yang bertumbuh di tengah stigma sosial sekaligus mendongkrak kepercayaan diri mereka.

“Besar harapan saya, anak anak Maluku dalam naungan RBM semakin percaya diri, semakin meningkat prestasinya di sekolah,” harapnya.

Bagi Dwi Prihandini, berkat yang diberikan Tuhan kepada dirinya adalah titipan dan sebagai titipan maka sedapat mungkin membantu apa yang bisa Ia bagi untuk anak- anak Maluku yang membutuhkan.

“Mimpi terbesar saya bagi orang orang yang pernah saya bantu adalah mereka bangkit, menjadi suluh bagi sekitar mereka dan meyakini dalam hati mereka bahwa kemanusiaan harus dihidupkan,” ucapnya.

Sejak almarhum suaminya Clerry Cleffy meninggal dunia pada tahun 2015. Dwi Prihandini telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain dengan menghidupkan rasa kemanusiaan dalam dirinya. Ia pun mendirikan Clerry Cleffy Institute (CCI) suatu lembaga nirlaba dan mandiri. CCI melayani dengan basis psikologi dan kemanusiaan.

Clerry Cleffi Institute tidak menerima atau memungut bayaran untuk setiap pelayanannya bagi anak dan perempuan marjinal di Maluku. CCI tidak memiliki rekening & Dwi Prihandini tidak membuka donasi. Semua pelayanan CCI adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan.(ifa)

Laporan : Sarifa Latowa

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Jelang Idul Fitri, Personel Gabungan Gelar Operasi Ketupat Tinombala 2021 di Morowali

MOROWALI, Kabar Selebes - Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 hijriah, maka digelar...

Close