Operasi Perburuan Teroris di Kawasan TNLL Berakibat Objek Wisata Ditutup dan Hambat Program Konservasi

  • Bagikan
Satu Regu TNI Angkatan Darat dari pasukan Indak 502 Batalyon Infanteri Para Raider Kostrad tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT. (Foto: Mohammad Arief/KabarSelebes.ID)

PALU, Kabar Selebes – Balai Taman Nasional (TN) Lore Lindu mengakui beberapa program di sekitar kawasan konservasi kini terhambat sebab operasi khusus Madago Raya dalam upaya berburu DPO kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Kepala balai TN Lore Lindu Jusman menyatakan, pihaknya seharusnya di tahun 2021 menjalin kesepakatan konservasi masyarakat (KKM) mencapai 20. Akan tetapi, hingga saat ini TNLL baru mengusulkan 17 KKM sebab tiga desa lainnya berada di wilayah Napu yang masuk dalam daerah operasi.

“Jadi kita harus berkoordinasi dengan pihak kemanan. Selain karena pandemi, juga karena faktor keamanan,” jelasnya kepada KabarSelebes.id, Jumat (5/06/2021).

Selain itu, sejumlah objek wisata hingga saat ini juga masih ditutup sebab operasi yang tak kunjung usai. Salah satunya yakni daerah wisata danau tambing yang sudah dalam beberapa bulan terakhir ditutup untuk pengunjung.

Jusman bilang, meskipun sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari pihak satgas Covid-19 untuk membuka objek wisata, akan tetapi tak urung dilakukan menyusul kembali terjadi kasus pembunuhan kepada warga yang tak jauh dari sekitar lokasi.

“Kita berencana tadinya paling lambat tanggal 1 Juni kita akan buka sambil kita lakukan pembenahan, terus setelah lebaran kita sudah bisa buka, tapi begitu kami terima itu ada kejadian lagi (pembunuhan),” tuturnya.

Tak hanya menghambat konservasi, banyaknya kasus pembunuhan terjadi di wilayah konservasi TNLL membuat petugas sedikit menguji nyali. Meski begitu, Jusman bilang dengan adanya aktivitas teroris di TNLL perburuan hewan-hewan di daerah konservasi kini jarang terjadi.

Sehingga, kata Jusman, pihaknya saat ini hanya terus melakukan perawatan yang berkelanjutan di kawasan yang luasnya mencapai 2.180 km persegi tersebut. Ia pun berharap pihak aparat keamanan segera bisa mengakhiri perburuan terhadap teroris di Sulawesi Tengah yang telah berjalan panjang.

“Ya semoga ini bisa selesai, karena ini hanya bukan soal wisata tapi aktivitas kawan-kawan kita juga kan memonitor kehidupan liar di kawasan,” katanya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan