Tinggal Tiga Hari Menjabat, Gubernur Longki Djanggola Luncurkan Buku Semi Biografi

  • Bagikan
Gubernur Sulteng Longki Djanggola saat talkshow di sela-sela peluncuran buku semi biografinya.(Foto: Abdee Mari/kabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meluncurkan buku semi biografinya jelang berakhirnya masa kerjanya sebagai kepala daerah. Buku itu diluncurkan di Warkop Kemang, di Jalan Moh. Yamin Palu, Sabtu (12/6/2021).

Buku diberi judul Jaket Kuningku, Benih Cinta dan Politik  ini ditulis oleh jurnalis CNN Indonesia Jafar G.  Bua. Buku setebal 150 halaman ini diluncurkan ketika masa jabatan Longki Djanggola sebagai Gubernur Sulawesi Tengah dua periode akan berakhir tiga hari mendatang.

Jafar G. Bua selaku penulis buku ini menyebut, buku ini adalah bingkisan kecilnya untuk masyarakat Sulawesi Tengah yang selama ini menerima Longki Djanggola sebagai pemimpin daerah selama dua periode.

“Banyak kisah di dalam buku yang menggambarkan dedikasi beliau untuk Sulawesi Tengah. Kisah bagaimana beliau menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI) yang hampir drop out  hingga akhirnya menjadi abdi Negara lalu menjadi politisi,” kata Jafar.

Gubernur Longki Djanggola menunjukkan bukunya bersama sejumlah jurnalis.(Foto: dok Pribadi)

Longki Djanggola saat talk show di sela peluncuran bukunya itu menyebut, buku ini adalah semi biografi yang artinya seluruh perjalanan hidupnya digambarkan ringkas dalam satu buku.

“Saya Tanya sama penulisnya Jafar, kenapa semi biografi dia bilang, kisah hidup Bapak kalo ditulis itu bisa sampai lima buku. Dan itu akan membuat orang bosan membaca. Makanya dibuat ringkas menjadi semi biografi,” kata Longki.

Dia tidak menampik, perjalanan karirnya mulai dari bangku kuliah banyak dibantu oleh istrinya Zalzulmida Djanggola. Longki juga berterima kasih kepada pendahulunya gubernur-gubernur sebelumnya yang ikut membantu karirnya sebagai abdi Negara.

“Dulu saya ini adalah apoteker. Kerja saya adalah memindahkan barang-barang di gudang. Kemudian Gubernur Galib Lasahido menunjuk saya untuk menjadi staf perwakilan Sulawesi Tengah di Jakarta. Saya bilang, Pak saya ini apoteker tidak cocok saya disitu. Pak Galib bilang, kerja saja dulu kalau tidak cocok nanti saya ganti,” cerita Longki.

Menjadi kepala perwakilan di Jakarta itu, dijalaninya hingga masa jabatan Galib  Lasahido berakhir dan berganti kepemimpinan ke Azis Lamadjido. Saat itu pula jabatannya naik sebagai kepala perwakilan Sulteng itu berlanjut hingga akhirnya dia dipanggil untuk menjadi Kepala Bagian Tata Usaha pada Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah hingga masa kepemimpinan Gubernur H.B Paliudju.

“Saya diangkat menjadi kepala biro humas oleh Gubernur Aminuddin Ponulele. Disinilah saya banyak belajar bagaimana menjalin relasi dengan banyak pihak termasuk para wartawan dan media,” kata Longki.

Awal karir politiknya dimulai saat dia ditugaskan sebagai pelaksana tugas Bupati Parigi Moutong ketika kabupaten itu dimekarkan dari Kabupaten Donggala. Peruntungannya diuji saat dia ikut bertarung sebagai calon bupati Parigi Moutong yang kemudian dia terpilih sebagai bupati pertama kabupaten itu. Longki bahkan terpilih lagi untuk yang kedua kalinya hingga akhirnya dia ikut pemilihan Gubernur Sulteng dan terpilih selama dua periode dan berakhir pada tanggal 16 Juni 2021.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Sulteng yang  banyak membantu saya selama menjabat Gubernur Sulteng dua periode,” tanda Longki.(abd)

Laporan : Abdee Mari

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Ustadz Ibrahim: Gugatan Tanah Milik PB Alkhairaat Tak Layak Diajukan

POSO, Kabar Selebes - Sidang mediasi lanjutan perkara gugatan tanah milik PB Alkhairaat yang terletak...

Close