Operasi Madago Raya Diperpanjang Lagi, Sampai Kapan?

  • Bagikan
Kapolda Sulteng Irjen Rakhman Baso dan Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf bersenjata lengkap memburu kelompok MIT di hutan Sigi.(Foto: Capture video)

PALU, Kabar Selebes – Kepolisian kembali memperpanjang Operasi Satuan Tugas Madago Raya dalam upaya memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di wilayah Sulawesi Tengah. Satuan opersi yang dulu bernama Tinombala itu diketahui untuk ketiga kalinya kembali diperpanjang, sejak berubah nama dan mulai beroperasi pada 1 Januari 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Didik Supranoto mengatakan, perpanjangan ini dilakukan mengingat masa waktu yang sudah habis sejak terakhir diperpanjang pada 1 April selama 3 bulan.

Perpanjangan operasi ketiga kalinya ini, kata Didik, sama seperti sebelumnya juga diperpanjang selama 3 Bulan. “Jadi bulan Juli, Agustus sampai dengan September operasi mssih akan tetap berlanjut,” katanya kepada wartawan di Palu, Senin (05/07/2021).

Memang kata Didik, perpanjangan operasi dilakukan setiap tiga bulan sekali. Ia pun menyebut permintaan sebelumnya dari Kapolri dengan jangka waktu dua bulan memburu kelompok MIT yakni akhir bulan Juli 2021.

Untuk itu, ia berharap pada akhir Juli 2021, semua kelompok MIT bisa tertangkap atau menyerahkan diri kepada aparat keamanan.

“Saya harapkan dari sembilan orang ini (Kelompok MIT). Sering disampaikan Kapolda dan Danrem diminta untuk menyerahkan diri atau datang dengan baik-baik. Dan ini akan kita jamin keselamatannya,” ujar Didik.

Sebagai informasi, saat ini DPO kelompok MIT masih tersisa sebanyak 9 orang dari 11 orang. Sebelumnya kepolisian menyebut kelompok teror pimpinan Ali Kalora Cs sudah dalam keadaan terdesak.

Satgas Madago Raya belum lama ini juga berhasil mendapat tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian dan menyita beberapa logistik milik kelompok MIT. Meski terdesak, satgas hingga sejauh ini belum berhasil menangkap sisa kelompok MIT yang terus berhasil melarikan diri.

Didik menyebutkan, selain karena medan yang berat, kepolisian kesusahan melakukan pengejaran disebabkan banyak simpatisan dari kelompok MIT.

“Mudah-mudahan minta doa dari masyarakat untuk Poso bisa segera tertangani dan DPO sembilan orang ini bisa menyerahkan diri dan datang,” katanya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
50 Mahasiswa IAIN Palu dapat Beasiswa dari Bank Indonesia

PALU, Kabar Selebes - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menjadi satu perguruan tinggi keagamaan...

Close