Wawali Palu Ancam Tutup Akses Hutan Kota dan Rajamoili Jika Tak Patuhi Prokes

  • Bagikan
Wakil Walikota Palu, Reny Lamadjido

PALU, Kabar Selebes – Mulai hari ini, Rabu 7 Juli 2021 Pemerintah Kota Palu resmi memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Hal ini untuk menekan kenaikan angka covid-19 khususnya di Kota Palu.

PPKM Mikr0 ini dibarengi dengan melakukan operasi yustisi yang dilaksanakan 3 kali sehari dengan membagi 3 tim, yang sasarannya adalah tempat tempat umum usaha dan masyarakat umum yang tidak menaati protokol kesehatan (prokes).

“Khusus di Hutan Kota dan di Jalan Rajamoili maka mulai hari ini  kita sudah melakukan sosialisasi terhadap pengetatan terhadap protokol kesehatan. Ketika nanti hutan kota kemudian Jalan Rajamoili tidak mematuhi protokol kesehatan maka kemungkinan besar kita akan menutup aksesnya,” kata Wakil Walikota Palu dr. Renny Lamadjido Selasa (6/7/2021). 

Menurutnya sesuai hasil evaluasi  terdapat 2 tempat yang menjadi pusat keramaian di Kota Palu yakni kawasan Hutan Kota dan jalan Rajamoili.

Pemerintah Kota Palu juga telah mengeluarkan edaran untuk  mengimbau seluruh tempat hiburan pusat perbelanjaan seperti mall, warung kopi, toko, swalayan, rumah makan dan karoke untuk membatasi jam usaha hingga pukul 21:00 Wita dan melakukan pembatasan pengunjung hingga 50 %.

Bagi warga Palu  yang melanggar prokes Covid-19 akan diberikan sanksi tegas berupa denda sebesar Rp 100.000 dan  Rp 2 juta rupiah bagi pelaku usaha.(iz/abd)

Laporan : Indrawati Zainuddin

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan
Read previous post:
Permudah Pelayanan, Jasa Raharja Sulteng Tandatangani Kerja Sama dengan Koperasi

PALU, Kabar Selebes -  Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah menjalin kerja sama dengan Koperasi Lima...

Close