Pemprov Sulteng: Penyerapan Anggaran Covid-19 yang Rendah Harus Disyukuri

  • Bagikan
Ilustrasi: Adi Pranata/KabarSelebes.id

PALU, Kabar Selebes –  Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut landainya kasus Positif Covid-19 di daerah setempat jadi penyebab penyerapan anggaran tidak berjalan maksimal. Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi surat teguran kepada 19 Provinsi yang lambat merealisasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk penanganan Covid-19, termasuk Sulteng.

“Karena memang pada dasarnya dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni (2020) kemarin konfirmasi positif kita sangat rendah sehingga pemanfaatan dana yang sudah dicadangkan tidak maksimal berjalan,” kata Kepala Bagian Humas Publikasi dan Dokumentasi Sekretariat daerah Provinsi Sulteng, Adiman kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (26/07/2021).

Dijelaskannya, anggaran yang dimaksud yakni masuk dalam Belanja Tidak Tetap (BTT) yang kini berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Anggaran itu diketahui merupakan dana refokusing yang ditarik dari tiap Organisasi Perangkat Daerah untuk penanggulangan Covid-19.

Adiman bilang, anggaran itu tidak bisa digunakan sembarangan, tetapi dialokasikan sesuai dengan kondisi kedaruratan. Ia merinci dana untuk BTT dialokasikan sejumlah kurang lebih Rp. 56 Miliar. Dana sebelumnya sudah dimanfaatkan untuk membeli reagen sehingga saat ini masih tersisa sejumlah Rp. 49 Miliar. 

Oleh sebab itu, menurut dia, penyerapan dana yang rendah harus disyukuri karena saat ini Covid-19 di Sulteng semakin mengkhawatirkan. “Kita bersyukur dana itu tidak termanfaatkan, saat ini bapak Gubernur akan memanfaatkan dengan kondisi Covid-19 yang sangat besar sekali saat ini,” katanya.

Adiman menambahkan, besok, Gubernur Sulteng akan memimpin langsung rapat untuk pengalokasian sisa anggaran. Pada rapat itulah akan dibahas penggunaan sisa anggaran secara rinci sesuai dengan rancangan kedaruratan.

“Covid-19 ini kan meningkat sekali sekarang, itulah (dana) yang sekarang dimanfaatkan, kalau tidak dari mana lagi dana yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan