Cerita Rizky Tiga Malam Tersesat di Gunung Nokilalaki, Disangka Teroris hingga Terseret Arus Sungai

  • Bagikan
Tangis kedua orang tua Rizky pecah saat menyambut kedatangan anaknya di Desa Sopu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (26/08/2021). (Foto: Adi Pranata/kabarselebes.id)

SIGI, Kabar Selebes – Pencarian terhadap Rizky Rahmatulah pemuda yang hilang di Gunung Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Minggu (22/08) akhirnya membuahkan hasil. Sar gabungan dibantu masyarakat setempat berhasil mengevakuasi mahasiswa peternakan Universitas Tadulako itu pada Kamis (26/08/2021) Pagi tepat pukul 10:17 Wita menuju Desa Sopu, Kecamatan Nokilalaki.

Tangis kedua orang tua Rizky yang menunggu di kantor Desa Sopu seketika pecah mendapati anaknya dalam keadaan selamat. Rizky pun selanjutnya diberikan perawatan intensif oleh medis di salah satu rumah keluarganya di desa Sopu.

Keberadaan Rizky sebelumnya pertama kali diketahui oleh Sadrak, warga Desa Sopu, saat mencari ikan pada Selasa (24/08) sekitar pukul 10:00 Wita. Ia ditemukan berada di seberang sungai dari lokasi Sadrak atau tepatnya di arah barat laut gunung Nokilalaki.

Sadrak yang menemukannya mendengar Rizky berteriak meminta tolong dari seberang sungai. Karena arus sungai yang deras, ia meminta Rizky untuk menunggu di tempat, sampai dia datang dengan membawa bala bantuan.

“Dia berteriak minta tolong dari seberang sungai. Saya kira teroris karena rambutnya gondrong,” ujarnya saat ditemui media ini di Desa Sopu, Kamis (26/08/2021)

Melanjutkan ceritanya, Sadrak selanjutnya turun ke Desa, namun masih ragu melakukan evakuasi. Ia merasa khawatir bahwa memang benar yang ditemukan adalah salah satu anggota teroris. Maklum saja daerah tersebut berada tak jauh dari wilayah operasi satuan tugas Madago Raya. 

Selain itu, dia juga belum mengetahui bahwa ada kabar orang hilang di gunung Nokilalaki. Sampai akhirnya ia baru mau melapor sekitar jam 5 sore ke kantor kelurahan. Hal itu dilakukan karena mendengar ada laporan orang hilang dari masyarakat setempat.

Mendapat laporan itu, tim sar gabungan dan masyarakat setempat yang berjumlah 18 orang akhirnya memutuskan menuju ke tempat yang diduga ditemukannya Rizky pada Rabu pagi.

Kabar kepastian Rizky ditemukan selamat akhirnya masuk melalui laporan Daryodi dan Dean, tim pencarian saat berkomunikasi dengan Radio Amatir Penduduk Indonesia (RAPI) menggunakan handy talki di posko induk sar gabungan di kantor Desa Sopu, pada Rabu pukul 14:57 Wita.

Menurut Dean, Rizky ternyata berpindah lokasi dari titik awal tempatnya ditemukan. Rizky, kata dia, bercerita bahwa dirinya memaksa menyeberangi arus sungai yang deras hingga akhirnya terseret dan terbawa arus menuju ke arah bawah.

Beruntung Rizky kembali ditemukan oleh Deli, warga di desa Sopu yang juga kebetulan sedang mencari ikan di sungai.

“Kebetulan saya bertemu dengan Deli warga yang turun gunung usai mencari ikan, Rizki katanya sedang makan ikan bersama pak Eli tak jauh dari sungai,” Dean bercerita.

Dean pun mengatakan saat ditemukan keadaan Rizky cukup baik. Hanya saja  kakinya sedikit merasakan sakit karena diserang kutu air, memar di bagian perut, dan ada luka di bagian pipi.

Selain itu, Rizky kata dia, bercerita bahwa dirinya mulai tersesat saat melintasi jalur bayangan saat menuju ke puncak gunung. Sadar dirinya tersesat dia mencoba untuk mengikuti arus sungai berharap bisa ditemukan orang.

“Dia bilang selama tiga hari dia hanya makan cokelat yang dia bawa satu bungkus. Itu kasihan dia cicil makan selama tersesat, saya akui itu anak cukup kuat bertahan,” ujarnya.

Evakuasi terhadap Rizki sebelumnya sedikit terlambat karena cuaca di atas gunung yang diguyur hujan deras dan kondisi jalur yang cukup terjal. Olehnya tim memutuskan untuk melanjutkan evakuasi pada Kamis pagi.

Rizky berhasil dievakuasi menuju warga desa Sopu setelah dijemput menggunakan motor trail saat sudah dilaporkan berada tak jauh dari perkampungan warga.

– Tidak Pamit ke Orang Tua untuk Mendaki

Menurut Adam Wumbu (48) orang tua Rizky, anaknya hanya pamit untuk pergi ke Kecamatan Palolo pada Sabtu pagi. Ia tak tahu bahwa anaknya ternyata pergi mendaki ke gunung Nokilalaki.

Adam mengatakan baru kali ini anaknya tidak memberitahu bahwa akan pergi untuk mendaki gunung. “Saya tak tahu sama sekali dia pergi mendaki, sampai ada laporan masuk dari temannya pada senin malam,” katanya Rabu sore di Posko desa Sopu.

Ia tentu saja mengaku khawatir mendengar kabar anaknya hilang. Bahkan ia sempat meminta pertolongan paranormal untuk mencari tau keberadaan anaknya.

“Yah beruntung teman-temanya sudah mau membantu mencari sampai dia akhirnya ditemukan selamat,” ujarnya.

Risky diketahui sebelumnya mendaki bersama delapan orang temannya pada hari Minggu. Riski Rahmatulah hilang kontak dengan temannya pada hari minggu siang karena memulai pendakian seorang diri dari shelter 1 menuju puncak.

Adam mengaku sangat berterima kasih kepada tim pencarian yang telah gotong-royong untuk berusaha menemukan anaknya. Peristiwa ini kata dia, tentu saja akan menjadi pelajaran bagi dia sendiri sebagai orang tua Rizky.

“Kami sangat berterima kasih. Kami tidak hanya berhutang budi, tapi juga berhutang nyawa,” tuturnya.

Sebagai informasi Gunung Nokilalaki yang masuk dalam Balai Taman Nasional Lore Lindu hingga saat ini masih ditutup. Penutupan yang dilakukan sejak bulan November 2020 itu menyusul kasus Covid-19 yang tinggi, dan juga operasi Satgas Madago raya dalam upaya pencaria DPO kelompok MIT Poso.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, masih banyak masyarakat yang mencoba untuk tetap melakukan pendakian di Gunung Nokilalaki.(ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan