Gempa Tektonik Magnitudo 5,8 di Touna, 1 Warga Meninggal

  • Bagikan
Tembok pagar yang roboh akibat gempa di Kelurahan Bailo, Tojo Unauna.(Foto: WAG)

AMPANA, Kabar Selebes –  Gempa bumi tektonik kembali mengguncang Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, Kamis 26 Agustus 2021. Gempa diperkirakan terjadi di wilayah Teluk Tomini sekira pukul 10:14:21 WITA.

Dari laporan BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  Mw=5,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,83° LS ; 121,51° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 km arah Barat Laut Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Gempa ini dirasakan sangat kuat di Ampana, ibukota Kabupaten Tojo Unauna. Sejumlah warga berhamburan dan menyebabkan kepanikan. Meski BMKG menyebut tidak ada potensi tsunami namun warga memilih mengungsi di tempat ketinggian.

Akibat gempa ini dua warga meninggal dunia. Satu bocah perempuan di Kelurahan Bailo meninggal setelah tertimpa reruntuhan beton pagar.

Orang tua korban menjelaskan bahwa saat gempa terjadi korban mau melarikan diri ke jalan trans tapi tiba – tiba jatuh kena reruntuhan tembok kemudian langsung dilarikan ke RSUD Ampana tapi korban tidak dapat diselamatkan .

Sementara satu orang ibu mengalami luka di kepala warga Uemalingku tengah ditangani dokter untuk mendapat perawatan.

Sejauh ini, dilaporkan terjadi sejumlah kerusakan di rumah-rumah warga akibat guncangan gempa itu.

BMKG menyebut, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Ampana  IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Poso IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah),  Morowali III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Luwu Timur Sulawesi Selatan dan Parigi Moutong II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Palu, Buol dan Toli-toli II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbau Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, M.Si.(abd/shl)

Laporan : Saiful Hulungo

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan