Puluhan KK Terdampak Banjir Bandang di Rogo Sigi

  • Bagikan
Warga menyelamatkan barang-barangnya yang terendam lumpur akibat banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Senin (30/08/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

SIGI, Kabar Selebes – Sedikitnya 88 rumah warga terdampak akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu (29/08/2021) malam di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Di dusun 1 ada 77, ditambah Dusun 2 itu totalnya 88 yang terdampak,” jelas kepala Desa Rogo, Fuad Hudin kepada media ini, Senin (30/08/2021).

Selain di dusun I dan II, banjir bandang juga terjadi di Dusun IV Desa Rogo. Hanya saja, menurut Fuad, banjir paling parah berdampak di daerah dusun I. Hampir semua rumah warga, kata dia, diporak-porandakan oleh banjir.

“Sementara di dusun 4 itu ada 30 KK yang terdampak,” imbuhnya.

Banjir bandang diketahui terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu malam hingga air sungai meluap membawa material kayu dan batuan di Sungai Rogo. Fuad mengatakan, material itu terbawa sungai sebab kondisi gunung yang rusak pasca gempa di tahun 2018. 

Sementara itu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Berdasar pantauan, warga dibantu BPBD, dan relawan saat ini masih berusaha menyelamatkan barang-barang mereka yang terendam lumpur. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk membersihkan material yang dibawa banjir.

Warga yang rumahnya rusak kini sudah mengungsi ke rumah keluarga mereka di dusun terdekat. Kata Fuad, dapur umum dan posko kesehatan juga sudah didirikan di Dusun II desa Rogo oleh pemerintah Kabupaten.

“Saat ini yang paling dibutuhkan warga adalah sembako, pakaian layak pakai, Air bersih dan alat memasak,” tambahnya.

Sebagai informasi, ini kali kedua Rogo diterjang banjir bandang sejak tahun 2020. Fuad mengatakan banjir yang terjadi kali ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Jika dulu rumah warga yang terdampak hanya di bagian sebelah utara sungai, kini warga di sebelah selatan juga.

“Rumah yang rusak jelas saat ini tidak layak untuk dihuni, ke depan kita harus ada survey dulu sebagai antisipasi agar banjir tak lagi terulang,” tandasnya.  (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan