Efektifkan Pembelajaran Guru di Masa Pandemi, Dosen FKIP Untad Lakukan Pendampingan Lesson Study di Sigi

  • Bagikan
Dosen FKIP Untad saat melakukan pembimbingan kepada guru di SMP Negeri 4 Sigi, Kamis (02/09/2021). (Foto: Dok. Asrianti Putri Astria)

SIGI, Kabar Selebes – Sejumlah dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan (FKIP) di Universitas Tadulako, Kota Palu melakukan pendampingan Lesson Study kepada para guru-guru di Sigi, Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan dengan harapan agar guru bisa lebih efektif dalam melakukan pembelajaran di masa pandemi yang serba virtual (Dalam jaringan).

Mereka yang turut andil dalam pengabdian ini ialah, Dr. Syamsudin, M.Hum.,  Drs. Efendi, M.Pd.,  dan Asriani Asrianti, S.Pd.,M.Pd. Menurut Asrianti, salah satu dosen pendamping, kegiatan Pengabdian ini diselenggarakan dari tanggal 31 Agustus sampai 3 September 2021.

Sebab masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pelatihan dilakukan secara Blanded (daring dan luring) dengan menggunakan metode sosialisasi dan pendampingan. Pesertanya kata dia, ialah MGMP guru Bahasa Indonesia sebanyak 10 orang, saat luring dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Pelaksanaan kegiatan pelatihan Lesson Study dilaksanakan secara luring sedangkan pendampingan dan implementasi dilakukan secara daring selama 3 hari,” katanya kepada media ini, Sabtu (04/09/2021).

Dijelaskannya pentingnya memberi pemahaman lesson study kepada guru sebab perubahan metode pembelajaran yang begitu cepat tak dipungkiri berdampak pada kebiasaan belajar siswa. Siswa telah terbiasa dengan metode pengajaran konvensional atau tatap muka tidak merasa mudah untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring.

Perubahan metode pembelajaran tersebut, kata dia, dapat mempengaruhi kebiasaan belajar siswa selama pembelajaran daring dikhawatirkan akan mempengaruhi motivasi siswa. Tanpa disadari pembelajaran jarak jauh di masa pandemi terkesan hanya memenuhi ketercapaian pembelajaran tanpa memperhatikan kualitas proses pembelajaran.

Oleh sebab itu, menurut dia, pengubahan kebijakan tersebut seharusnya perlu diimbangi dengan peningkatkan mutu guru dalam mengajar dan berprilaku profesional selama masa pandemi.

“Lesson Study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar yang melibatkan beberapa guru berkolaborasi mendukung hubungan pembelajaran yang berupa teori dan praktik,” papar Asrianti.

Lewat pembinaan ini, kata Asrianti, solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan yang terjadi adalah dengan dilakukan sosialiasi peningkatan kualitas proses pembelajaran jarak jauh melalui peningkatkan pemahaman guru tentang penetapan Lesson Study dan pendampingan peer teaching dan melakukan kegiatan validasi pembelajaran melalui Open Class Lesson Study untuk mengetahui kendala belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh.

“Target dari kegiatan pengabdian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru untuk mengobservasi aktivitas belajar siswa melalui Lesson Study, meningkatkan kemahiran guru dalam memotivasi belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh dan, memberi pengalaman nyata guru pada kelas dalam mengembangankan bahan ajar dan pembelajaran jarak jauh sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.  (*/ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan