Tetap Eksis di Kala Pandemi, Cara Sanggar Seni di Palu Rawat Pentas Kebudayaan

  • Bagikan
Anggota komunitas Seni Avo Bulava memegang telepon genggam untuk membantu komunikasi antar juri via dalam jaringan saat kurasi salah satu karya peserta lomba fashion Busana Adat Nusantara di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (03/09/2021). (Foto: Adi Pranata).

PALU, Kabar Selebes –  Pandemi korona tak menyurutkan semangat para pegiat seni di Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk tetap berekspresi di pentas kebudayaan. Dalam keadaan yang serba protokol kesehatan, mereka tertantang untuk lebih beradaptasi agar kesenian tetap bisa dirawat, bahkan bisa dikembangkan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Virtual, itulah yang ruang disediakan oleh salah satu komunitas sanggar seni tari di Kota Palu, Avo Bulava. Dengan pemaduan pementasan secara tidak langsung (online) dan langsung (Offline), mereka mengajak kaum milenial untuk tetap kreatif di masa pandemi lewat lomba “Fashion Busana Adat Nusantara”.

“Rencananya kita adakan secara tatap muka atau langsung, tapi karena keadaan pandemi yang semakin memburuk dengan aturan-aturan yang juga kami tidak bisa lampaui, maka kami rubah teknis pelaksanaanya secara virtual,” kata Andi Rini Oktaviani, ketua KS Avo Bulava, Jumat (03/09/2021).

Beda saat sebelum pandemi, busana adat yang biasa diperkenalkan di atas panggung kini diperkenalkan lewat video visual. Para peserta tak hanya dituntut lihai dalam memperagakan busana, tetapi juga harus pandai membuat narasi untuk memperkenalkan baju adat yang digunakan.

Rini saat kurasi peserta mengatakan, poin yang ingin ditonjolkan lewat perlombaan ini ialah generasi milenial di Indonesia, meskipun masih sangat muda bisa memahami berbagai macam jenis baju adat nusantara beserta fungsinya. 

“Jadi ada hikmahnya juga ada, peserta lebih mendalami lagi, apa sih baju adat di nusantara kita, seperti apa macam-macamnya, aksesoris yang digunakan,” ujarnya

Ruang virtual itu juga membuat pesertanya tak hanya dari Kabupaten/Kota daerah di Sulawesi Tengah, Rini bilang dari total 25 peserta yang mengikuti ada juga yang berasal dari Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Begitu juga dengan baju adat yang dikenalkan, mulai dari baju adat daerah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sumatera, Kalimantan, peserta saling beradu ide memanjakan mata dewan juri dan memberi edukasi kebudayaan kepada masyarakat luas.

Sementara untuk penilaian lomba, menurut Rini adalah keserasian busana adat yang dikenakan dan cara pengenalan. Yang tak kalah penting adalah kreativitas dari peserta dalam menyajikan video pengenalan busana adat di Nusantara.

“Lewat video yang mereka buat akan menambah pengetahuan lagi untuk orang lain,” kata Rini.

Ia pun berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat banyak mendapat edukasi soal busana adat di nusantara. Terutama bagi anak-anak muda, dia mengajak agar selalu melestarikan kebudayaan yang mereka miliki meskipun masih dalam keadaan pandemi Covid-19.(ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan