Korem 132 Tadulako Pamerkan Senjata Tradisional Palu yang Berusia 200 Tahun

  • Bagikan
Komandan Korem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf menunjukkan salah satu senjata tradisional.(Foto: Sugi Efendi/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Komando Resort Militer (Korem) 132 Tadulako bekerja sama dengan pegiat sejarah dan komunitas Pusaka Tadulako, menggelar pameran senjata tradisional Palu, Minggu (05/09/2021) sore. 

Sebanyak 150 jenis senjata tradisional yang dimiliki oleh para tadulako (panglima perang) di Palu dipamerkan di markas Korem 132 Tadulako.

Koordinator Komunitas Pusaka Tadulako Rifaimengungkapkan, beberapa alat perang tradisional  yang dipamerkan merupakan senjata Tadulako di antaranya Guma sejenis Golok, Doke yaitu tombak dan kaliabo atau tameng.

“Senjata tradisional yang kami pamerkan disini sejumlah 150 paket dari berbagai bentuk, senjata – senjata ini juga, diperkirakan telah berumur kurang lebih 200 tahunan, ” kata Rifai.

Tidak hanya menggelar pameran senjata tradisional, Korem 132 Tadulako juga menggelar webinar Internasional yang diikuti 15 negara pemerhati sejarah dunia, diantaranya Australia, Jepang, Kolombia, Afrika dan beberapa negara lainnya.

Komandan Korem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf mengungkapkan, tujuan dari pelaksanaan pameran dan seminar ini, untuk menyebar luaskan informasi tentang sejarah yang ada di Sulawesi Tengah dan berbagai keragamannya. Mulai dari senjata tradisional kerajaan dan keragaman adatnya dan pakaian tradisionalnya.

“Pagelaran pameran senjata kuno atau tradisional ini kami laksanakan, dikarenakan nama komando resor militer 132 Tadulako, memiliki nama belakang tadulako, dimana tadulako dikenal sebagai pejuang yang ada di Sulawesi Tengah yang menurut cerita rakyat merupakan salah satu raja, di Sulawesi tengah,” ujar Makruf.

Pameran ini juga kata Makruf, dilakukan untuk menggali dan mempelajari sejauh mana sejarah yang ada di daerah Sulteng dan ingin menjadikan Korem ke depannya menjadi salah satu tempat informasi sejarah yang ada di Sulteng.

Dirinya juga ingin menjadi salah satu Inisiator pengajuan pahlawan Nasional dari Sulteng, dimana sejauh ini Sulteng belum memiliki Pahlawan Nasional.(ugi)

Laporan : Sugi Effendi

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan