Masyarakat Bailo Tolak Terorisme dan Paham Radikalisme Masuk Touna

  • Bagikan
Masyarakat di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah sepakat menolak dan mencegah paham terorisme dan radikalisme. (Foto: Istimewa)

AMPANA, Kabar Selebes – Kelompok masyarakat yang terdiri dari sejumlah tokoh pemuda dan agama di Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), sepakat menolak adanya aksi terorisme. Warga ini juga menyatakan siap mencegah paham radikalisme masuk di wilayah itu.

Warga di Bailo ini menyebut paham radikalisme sebagai faktor penyebab kerusuhan dan perpecahan anak bangsa. Terlebih menurut mereka, Indonesia adalah negara yang toleran.

Seorang warga Kelurahan Bailo, yang juga eks narapidana terorisme (napiter) yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihaknya sangat menolak apabila ada kelompok yang dengan sengaja akan memecah belah bangsa, dan selalu membuat rusuh  di Kabupaten Tojo Unauna dengan cara masuk dari melalui pemahaman radikalisme terhadap orang tertentu.

“Kami mendukung dan berharap semoga Indonesia menjadi negara yang maju dan damai dengan segala keberagaman, budaya suku, ras dan agama. Khususnya masyarakat kabupaten Tojo Unauna,” ujarnya, Selasa  (7/9/2021).

Mereka juga siap mendukung tugas-tugas aparat keamanan khususnya kepolisian dalam menegakkan hukum agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Touna bisa terus kondusif.

Menurutnya, semua elemen bisa bersinergi untuk bersama-sama mencegah paham radikalisme di wilayah Touna khususnya, dan Sulawesi Tengah pada umumnya.

Ia juga menuturkan,jika tentang bagaimana pandangan islam terhadap radikalisme. Dia menyatakan dalam islam tidak ada tentang radikal, ketika agama dipakai untuk gerakan-gerakan yang bersifat fikiran radikal, maka akan melihat tiga tindakan.

Pertama, tindakan menyatakan lawan itu salah, tak ada satupun kebenaran yang benar. Kedua, salah menggunakan kata jihad. Ketiga, pemikiran yang lebih sering dalam bentuk ujaran kebencian.

Lebih jauh,kata dia,ketika seseorang tertkontaminasi paham radikalisme tentunya akan mutlak masuk dalam beebraoa ciri – ciri  diantaranya; berhadapan dengan keinginan mengubah sesuatu secara drastis, melakukan upaya penolakan terus menerus, bertindak ekstrim, berkeyakinan kuat bahwa yang dijalankannya paling baik.

“Untuk mencegah hal itu, tentunya perlu kehadiran peran penting dari seluruh tokoh agama, masyarakat, dan pihak Polri  harhs selalu bersinergi sehingga paham radikalisme tidak akan muncul, ” terangnya.

Ia berharap,masyarakat bisa bersama membangun sinergi antara pihak kepolisian Polres Touna dengan tokoh masyrakat maupun agama dalam mencega paham radikalisme di wilayah ini Kabupaten Tojo Unauna.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak kepada Pemerintah Daerah Touna untuk lebih memberikan peranan aktif kepada ormas serta kelompok pemuda menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Misalnya,mengaktifkan pengajian di seluruh desa serta setiap malam Minggu mengikut sertakan tokoh agama dan tokoh masyarakat memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak mengkonsumsi narkoba atau pelanggaran kriminal lainnya.

Lebih lanjut, kata dia, generasi muda harus diberi imunisasi agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan gerakan terorisme. Generasi muda khususnya dari tingkat pelajar hingga mahasiswa perlu mengetahui dan memahami radikalisme dan upaya pencegahan.

“Sebagai warga kami selalu siap untuk diajak serta membantu pemerintah dan aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Touna,”tandasnya.

Dia juga mengatakan,pemahaman masyarakat sudah tumbuh, ada kesadaran misalnya untuk menolak (radikalisme-terorisme), tetapi kadang penolak­an terhadap radikalisme dan terorisme tidak cukup, harus ada aksi yang lebih nyata karena sebetulnya perkembangan ideologi-ideologi seperti ini tumbuhnya di tengah-tengah masyarakat. Apalagi jangkauannya kini semakin luas melalui jaringan media sosial dan internet.(maf)

Laporan : Mohammad Arief

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan