Santri dan Pengurus Rumah Ibadah di Sulteng Terima Vaksinasi Merdeka

  • Bagikan
Seorang santri ditemani orang tuanya menerima suntikan vaksin Covid-19 di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (07/09/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Para santri dan sejumlah pengurus rumah ibadah se-Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menerima vaksinasi merdeka yang digelar oleh TNI/Polri pada, Selasa (07/09/2021). Pelaksanaan vaksinasi di rumah ibadah dan ponpes ini diketahui berlangsung secara serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Vaksinasi merdeka di Sulteng dilaksanakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Pesraman Saraswati, Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, dan Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Vaksinasi Merdeka pada hari ini melibatkan rumah ibadah dan pondok pesantren dengan sasaran masyarakat umum, lansia, jemaat, santri, pengasuh pondok pesantren, dan pengurus rumah ibadah,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Didik Supranoto.

Didik mengatakan, penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Saraswati Tolai Kabupaten Parigi Moutong ditinjau langsung oleh Kapolda Sulteng, Danrem 132 Tadulako, pejabat di lingkup Polda Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong.

“Adapun jumlah peserta yang berhasil divaksin dalam kegiatan tersebut di PHDI yaitu 420 orang,” jelas Didik

Sedangkan, di Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, di Kabupaten Sigi, sedikitnya sebanyak 250 santri menerima suntikan vaksin. Selain itu, masyarakat di daerah setempat yang berjumlah 250 juga dapat menerima suntikan vaksin dibantu tenaga vaksinator di Puskesmas setempat.

Pimpinan Ponpes Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Dr. Ali Hasan Al-Jufri, mengatakan, vaksinasi buat Santri penting dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada saat pembelajaran tatap muka. Para guru pun, menurut dia, juga telah menerima suntikan vaksin sebelum mengajar.

Selain itu, orang tua siswa kata dia, tidak diperbolehkan menemui anaknya selama berada di Ponpes kecuali untuk kepentingan yang mendesak. Hal ini dilakukan agar ponpes tidak jadi kluster baru penyebaran Covid-19.

“Jika santri sudah di dalam (Ponpes) tidak boleh ada kunjungan, tidak boleh ada titipan dan lain sebagainya. Jadi selama pembelajaran tatap muka kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menjaga jangan sampai ada yang terinfeksi Covid-19,” papar Habib Ali.

Vaksinasi Merdeka ini juga ditinjau langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo yang didampingi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara virtual. Vaksin merdeka dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan total 341 titik tempat ibadah dan pondok pesantren. (ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan