Fasilitas Belum Lengkap Jadi Alasan Penyintas Belum Terima Kunci Huntap Duyu

Penyintas menyiram tanamannya di Hunian Tetap, Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (01/10/2021).(Foto: Adi Pranata)

PALU, Kabar Selebes – Sejumlah penyintas bencana di Kota Palu mengaku kecewa belum menerima kunci Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga. Keluhan ini diungkapkan salah satunya dari penyintas Likuifaksi di Balaroa. Padahal nama mereka jauh hari sudah terdaftar di Huntap yang dibangun oleh Kementerian PUPR.

Rusdin (60)  salah satu penyintas mengungkapkan sudah tidak sabar lagi untuk pindah ke huntap pasca tiga tahun bencana gempa, tsunami, likuifaksi, 28 September 2018. Ia mengaku tidak tahan tinggal di hunian sementara bahkan tenda darurat yang kondisinya tak lagi layak dihuni.

“Rencana saya sudah mau pindah, tapi kunci belum ada ini,” katanya menyampaikan keluhan kepada Kementerian PUPR di Huntap Duyu, Jumat (01/10/2021) pagi.

“Kemarin saya hanya dijanji-janji terus dari bulan 8 (2020) saya menunggu sampai saat ini belum ada dikasih,” imbuh dia.

Mantan Kepala BP2W Sulteng, Ferdinan Kana Lo mengatakan, alasan sebagian penyintas belum menerima kunci adalah sebagian unit Hunian belum dilengkapi sejumlah fasilitas. Air dan listrik di sejumlah unit belum tersedia dengan berbagai macam persoalan.

“Kemarin air banyak yang sambungannya dicuri orang, makanya kita berharap warga bisa bersama untuk menjaga agar tidak kecurian lagi,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan sebelumnya sebagian warga tidak mau tinggal di Huntap karena fasilitas yang belum lengkap. Ia pun mengatakan, apabila penyintas memaksa untuk tetap tinggal dengan fasilitas yang belum memadai maka kunci akan segera diberikan.

“Saya mohon agar kuncinya dikasih saja, biar fasilitas bisa dijaga bersama-sama. Kalau begini ditahan terus masalah baru muncul lagi nanti,” ujarnya.

Sementara itu, kepala BP2W Sulteng, Sahabudin meminta pihaknya agar diberi waktu untuk melengkapi fasilitas yang ada di hunian tetap. Dia bilang banyak hal yang harus dibenahi mulai menambah meteran listrik yang hilang dan juga pasokan air yang rencananya akan diambil dari sungai Lewara.

“Kalau untuk listrik dan air segera akan tindak lanjuti nanti,” katanya.

Sebagai informasi saat ini di Kelurahan Duyu sudah terbangun 230 unit hunian tahap 1. Berdasarkan data PUPR, saat ini sudah 115 KK yang menempati hunian tetap. Pembagian kunci itu sebelumnya dilakukan pada bulan Februari tahun 2021 lalu. (ap)

Laporan : Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....