Bupati Motivasi Peserta Pemilihan Duta GenRe, Tidak Ada Keberhasilan Tanpa Kerja Keras

MORUT, Kabar Selebes – Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi menegaskan kondisi di era globalisasi saat ini sudah sangat berubah. Lalu lintas informasi tak bisa lagi dibatasi, ada yang positif ada pula yang negatif.

Kondisi seperti ini membutuhkan kearifan untuk memilah-milah mana yang layak ditiru dan mana yang tidak. Salah mengambil langkah, fatal akibatnya.

“Dunia sudah berubah dan bergerak cepat. Di sinilah dibutuhkan kearifan agar tidak salah melangkah,” ujarnya.

Penegasan itu disampaikan bupati saat membuka workshop Tentang Kita dan Pemilihan Duta GenRe Kabupaten Morowali Utara tahun 2021 di Kolonodale, Kamis siang.

BACA JUGA :  Andreas Atmaji, Jaksa Pertama yang Berhasil Menginjakkan Kaki di Desa Menyoe

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Morowali Utara.

GenRe adalah singkatan Generasi Berencana. Ini merupakan program yang dikembangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan kelompok sasaran program remaja yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah.

Pemilihan Duta GenRe ini diikuti 20 peserta yang mewakili 10 kecamatan se Morut.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Dra. Maria Ernawati, MM, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Morut Drs. Romelius Sapara, dan sejumlah undangan lainnya.

BACA JUGA :  Berbagai Kreativitas Ditampilkan pada Jambore PKK Morut, Bupati Yakin Morut akan Berkembang Pesat

Menurut Bupati, para remaja harus hati-hati dan bisa memilih mana yang baik atau sebaliknya. Begitupun dalam menentukan masa depan, harus dirancang dan direncanakan mulai saat ini.

“Dalam perjalanan itu pasti ada tantangan, ada riak-riak. Hadapilah tantangan itu dengan pikiran-pisirif serta perilaku yang baik,” katanya.

Bupati menambahkan, tidak ada cita-cita yang diraih tanpa kerja keras. Tidak ada cita-cita yang diraih tanpa ketekunan dan pengorbanan.

Dalam perjuangan itu, sudah pasti ada air mata yang tertumpah, ada keringat yang menetes.

BACA JUGA :  Modal Semangat Istri Bupati dan Istri Wabup Morut Naik di Gandengan Jonder Menerobos Hutan Belantara

Hal lainnya, lanjut bupati, kontrol pergaulan dan jangan salah memilih teman, apalagi teman khusus alias pacar.

“Seringkali kita gagal bukan karena kita tidak pintar, seringkali kita gagal bukan karena kita tidak mampu, tetapi kareba salah bergaul,” katanya mengingatkan.

Bupati juga mengungkap sebuah penelitian yang mengatakan bahwa angka perceraian di Pulau Jawa belakangan ini cenderung meningkat. Salah satu penyebab tak akibat banyaknya pernikahan dini.

“Ini karena secara mentalitas para remaja itu belum siap memasuki dunia pernikahan. Karena itu tidak dianjurkan untuk melakukan perkawinan remaja,” jelasnya. (Ale/Ryo)

Silakan komentar Anda Disini....