Tertarik Penjelasan Bupati Delis, puluhan Warga Menyoe Daftarkan Diri Untuk Divaksin

MORUT, Kabar Selebes – Berbagai cara dilakukan Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi untuk meyakinkan masyarakat agar mau divaksin.

Hal itu terlihat ketika memberi penjelasan kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama dan warga umumnya di Balai Desa Menyoe, Kecamatan Mamosalato, Kamis (11/11/2021).

Dengan bahasa sederhana, bupati menegaskan bahwa program vaksinasi dimaksudkan untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak gampang diserang virus Corona.

Sebaliknya, kalau seseorang tidak divaksin sangat gampang tertular dan menularkan virus yang mematikan itu.

BACA JUGA :  Guru di Morowali Utara Tewas usai Jatuh dari Jembatan Kayu Penyeberangan Antar Desa

“Tidak ada dampak negatifnya. Ini untuk menjaga kekebalan tubuh. Ibarat dalam perang, vaksinasi itu sama dengan rompi anti-peluru menjaga agar tidak kena serangan virus,” jelasnya.

Bupati juga meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Penggunaan vaksin ini sudah melalui pengujian di laboratorium. Secara logika tidak mungkin digunakan jika tak ada manfaatnya, apalagi kalau menyebabkan dampak negatif bagi orang yang divaksin.

Bupati lalu memberi contoh tentang kondisi penanganan Covid-19 di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.

BACA JUGA :  Bupati Tegaskan Arsip Sangat Penting dalam Perencanaan dan Tata Kelola Pemerintahan

“Di Jakarta saat ini angka kematian akibat serangan virus Corona menurun tajam. Ini karena sebagian besar warga Jakarta sudah divaksin,” jelas bupati yang juga seorang dokter tersebut.

Ia mengakui, sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi terutama di daerah pegunungan seperti Menyoe memang masih kurang. Inilah yang menyebabkan banyak informasi simpang-siur yang membuat masyarakat takut divaksin.

Seusai memberi penjelasan dan berdiskusi dengan masyarakat setempat, Bupati Delis langsung meminta kepada vaksinator agar mencatat namanya untuk divaksin.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng dan Bupati Morut Tanam Perdana Jagung di Korololama

“Saya sudah dua kali divaksin. Tidak apa-apa divaksin yang ketiga kalinya. Ini untuk meyakinkan masyarakat agar tidak takut divaksin,” ujarnya.

Ternyata penjelasan dan kesediaan bupati untuk divaksin cukup menarik perhatian mereka. Banyak masyarakat yang tadinya ketakutan, langsung mendaftarkan diri untuk divaksin.

Pada kegiatan itu, sebanyak 88 warga mendapat pengobatan gratis dan 11 orang ikut vaksinasi.

(Ale/Ryo/Apl)

Silakan komentar Anda Disini....