17 Desa Gelar Pilkades Akhir Tahun ini, Wabup Morut: Penyelenggara Jangan Coba-coba Permainkan Hak Pilih Rakyat

  • Bagikan

KOLONODALE, Kabar Selebes – Sebanyak 17 desa dari enam kecamatan se Kabupaten Morowali Utara akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) akhir tahun 2021 ini.

Berkaitan dengan itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah Kabupaten Morowali Utara menggelar Sosialisasi Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan dan Pelantikan Kepala Desa Dalam Rangka Pemilihan Kepala Desa Tahun 2021.

Sosialisasi tersebut diikuti panitia Pilkades tingkat kecamatan dan tingkat desa.

Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K saat membuka kegiatan tersebut meminta kepada semua penyelenggara Pilkades dari tingkat desa, kecamatan, sampai tingkat kabupaten untuk menjaga netralitas.

“Sumber kekisruhan dan sumber masalah dalam penyelenggaraan Pilkades seringkali muncul dari panitia itu sendiri,” katanya di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Selasa (16/11/2021).

Untuk itu Wabup mewanti-wanti para penyelenggara untuk membaca baik-baik aturan yang berlaku serta melaksanakannya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Agar pelaksanaan Pilkades itu berjalan dengan baik, panitia harus konsisten terhadap aturan dan jangan berpihak kepada calon manapun.

“Saya ingatkan betul, jangan coba-coba permainkan hak pilih rakyat. Biarlah mereka memilih sesuai hati nuraninya,” tegas Wabup.

Ia berharap agar pelaksanaan Pilkades tahun ini bisa berjalan lancar, tertib dan sesuai mekanis yang berlaku.

Untuk itu pihak penyelenggara harus menutup peluang kecurangan agar tidak ada keberatan dan tuntutan dari pihak manapun.

Wabup juga mengingatkan soal beberapa persyaratan menjadi calon kepala desa, terutama mengenai keabsahan ijazah.

Menurut Wabup, verifikasi tentang ijazah ini harus teliti dan hati-hati karena seringkali jadi sumber permasalahan selama ini.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Morowali Utara Yusri Ibrahim mengemukakan, salah satu masalah yang cukup krusial pada setiap kali pemilihan adalah masalah jumlah pemilih.

Setiap kali pemilihan ada saja masalah yang muncul seperti tiba-tiba banyak yang memiliki KTP tapi tidak terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap).

Saat ini, kata Yusri, ada dugaan terjadi pertambahan penduduk yang cukup signifikan dengan kehadiran perusahaan tambang, terutama di wilayah Kecamatan Petasia.

“Ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan masalah saat pelaksanaan Pilkades,” ujarnya. (Ale/Ryo)

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan