Siasat Pelaksanaan ANBK di Daerah Terpencil Sigi

  • Bagikan
Suasana pelaksanaan ANBK di daerah terpencil tepatnya di SDN Uwelopi, Desa Lewara, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (17/11/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

SIGI, Kabar Selebes – Akses yang kurang memadai membuat pelaksanaan Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Sekolah-sekolah daerah terpencil di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menemui berbagai hambatan. Pemerintah setempat berkomitmen segala permasalahannya akan segera diselesaikan sebagai wujud pemerataan akses pendidikan.

Ada beberapa sekolah di wilayah pegunungan Sigi yang sulit untuk mendapat jaringan internet. Misalnya saja di wilayah Pegunungan Kecamatan Marawola Barat. Empat sekolah melaksanakan ANBK di satu lokasi yang mendukung akses internet tepatnya di SD Negeri Uwelopi, Desa Lewara.

Sekolah itu yakni SDN uwelopi, SDN Poruntu, SDN wugaga, dan SDN Soi. Dinas Pendidikan setempat sengaja membikin skema dengan menyediakan tempat terpusat karena fasilitas yang kurang memadai.

Meski demikian, Kepala SD Negeri Uwelopi, Jamaludin, mengatakan fasilitas internet kadang mengalami gangguan apabila terjadi cuaca buruk. “Kalau cuaca mendung, atau hujan biasa tidak maksimal jaringan,” katanya, Rabu (17/11/2021).

Selain itu, Jamaludin mengungkapkan siswa di sekolah lain juga terkendela akses transportasi untuk pergi ke tempat pelaksanaan ANBK. “Kemarin ada satu sampai dua orang yang siswanya tidak mampu untuk datang,” katanya.

Sebagai informasi, daerah pegunungan di Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi memiliki akses jalur yang ekstrem. Jalan bebatuan dan licin apabila terjadi hujan membuat masyarakat harus ekstra hati-hati membawa kendaraan roda dua.

“kadang siswa tidak memiliki kendaraan dan tidak punya ongkos untuk naik ojek,” ujar Jamaludin.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi mengapresiasi upaya guru-guru agar peserta didik di wilayah pegunungan bisa ikut melaksanakan ANBK. Menurutnya, hal ini sudah bisa berjalan baik daripada harus turun ke lembah yang menghabiskan banyak biaya.

“Prinsipnya murid sudah siap karena ada sosialisasi, simulasi,” katanya saat meninjau pelaksanaan ANBK di SDN Negeri Uwelopi.

“Tapi kemudian ada juga murid yang belum siap karena memang baru berhadapan (ANBK),” imbuh dia.

Oleh sebab itu, Samuel bilang akan secepatnya menyediakan fasilitas internet di beberapa sekolah daerah terpencil. Ia meminta Dinas pendidikan untuk memberikan data sekolah yang masuk dalam blank spot atau belum mendapat fasilitas jaringan internet untuk dicarikan jalan keluar.

“Misalnya, di beberapa titik yang ada tower (internet) kemudian di tempat blankspot ada sekolah di sana, mungkin pemerintah daerah bisa membuatkan BTS (Base Transceiver Station) mini untuk membantu jaringan,” paparnya.

Olehnya, agar bisa segera terealisasi Samuel pun berharap instansi pendidikan bisa mengambil peran masing-masing. Sekolah-sekolah salah satunya diminta untuk mengoptimalkan penggunaan dana BOS untuk penyediaan fasilitas internet maupun akses pendukung pendidikan lainnya.

“Sehingga ke depannya, semua sekolah bisa melaksanakan ANBK,” tandas Samuel. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan