Temu Usaha Tani 2021, Wujudkan Kabupaten Sigi yang Berdaya Saing

Bupati Sigi, Moh Irwan mengunjungi salah satu stand UMKM pada saat kegiatan temu usaha tani di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (30/11/2021). (Foto: Adi Pranata/KabarSelebes.id)

PALU, Kabar Selebes – Yayasan Pusaka Indonesia dan Caritas Swiss bersama pemerintah Kabupaten Sigi menggelar kegiatan temu usaha tani di atrium Palu Grand Mall, Selasa (30/11/2021). Kegiatan dengan tajuk Petani dan UMKM yang Maju, Mandiri dan Modern ini digelar untuk mendorong agar Kabupaten Sigi mampu berdaya saing khsusnya di bidang pertanian.

“Saya sangat bersyukur. Memang program ini sudah lama pemerintah Sigi susun bersama pihak terkait,” kata Bupati Sigi Mohammad Irwan, S.Sos., M.Si usai membuka kegiatan.

Adapun kegiatan ini meliputi dialog interaktif, pameran produk UMKM dari 6 kelompok UMKM. Turut pula dilakukan penandatanganan nota kesepakatan tentang peningkatan kualitas UMKM, Pertanian, Bumdes, Rumah Kompos sebagai bentuk kerja sama pemasaran dengan pelaku ritel modern antara UKM, Pemda Sigi, BNS, Hypert Mart, Trans Mart.

Irwan mengatakan, Kabupaten Sigi yang berdaya saing berbasis agribisnis ini merupakan output terpenting dalam program peningkatan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Ia sangat berterima kasih kepada Yayasan Pusaka Indonesia dan Caritas Swiss dalam kurun waktu 5 bulan terakhir terus memberi pendampingan kepada kelompok tani di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Upaya ini menurut dia, sudah membantu meningkatkan produksi pertanian dan pendapatan masyarakat Kabupaten Sigi.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi juga terus melakukan upaya-upaya konkret agar mampu menjawab berbagai tantangan dan persoalan pasca bencana yang terjadi 2018, silam,” ujarnya.

“Disisi lain, kami juga akan terus mendorong sektor UMKM untuk mewujudkan daya saing ekonomi masyarakat Kabupaten Sigi sebagai bentuk dukungan dalam sektor pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sigi,” imbuh dia.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, kelompok tani nanti tentunya tidak akan terus menerus diberi pendampingan oleh YPI. Olehnya, pemerintah Kabupaten Sigi ke depan akan mengambil alih pendampingan berkelanjutan kepada para kelompok tani maupun UMKM.

“Kami inventarisir semua UMKM, kita buat kepengurusannya, kita susun memilah UMKM yang memiliki daya saing,” pungkasnya. (ap)

Laporan: Adi Pranata

Silakan komentar Anda Disini....