Disebut Tak Urus Peserta, Panitia Sombori Tourisme Festival 2021 Beri Klarifikasi

  • Bagikan
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Morowali dan Event Organizing (EO) Mandalika, menggelar press conference terkait Sombori Tourism Festival (STF) 2021.

MOROWALI, Kabar Selebes – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Morowali dan Event Organizing (EO) Mandalika, menggelar press conference terkait Sombori Tourism Festival (STF) 2021.

Jumpa pers digelar di Sekretariat BPC HIPMI Morowali, Jalan Adhyaksa, Kelurahan Mendui, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/12/2021) petang.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum BPC HIPMI Morowali sekaligus Ketua Panitia STF, Moh Sadhak Husain, memberikan klarifikasi terkait kegaduhan yang terjadi di STF. Dijelaskannya, bahwa hanya dua kabupaten yang pulang sebelum kegiatan, yakni Kabupaten Poso dan Donggala.

“Kami memberikan klarifikasi, bahwa tidak ada yang ditelantarkan, kami berada di Desa Lafeu (Bungku Pesisir) bersama dengan peserta perwakilan kecamatan, peserta tina tama (perempuan lakilaki), kontingen Poso, Donggala dan Tojo Unauna,” kata Sadhak.

“Saat itu, kami minta untuk menunggu, tapi Donggala tetap pulang, kami menawarkan mobil untuk sampai di Bungku, tapi mereka tetap menolak dan mencari mobil sendiri, setengah jam kemudian kontingen Poso dan Donggala pulang,” katanya lagi.

Dilanjutkan Sadhak, beberapa saat kemudian, kapal laut datang di Lafeu. Kemudian semua peserta yang ada menuju lokasi kegiatan di Desa Mbokita. Meskipun banyak kendala, rangkaian kegiatan STF tetap terlaksana dengan baik.

Dalam pelaksanaan kegiatan yang diliput langsung TVRI Nasional itu, dihadiri Bupati Morowali Taslim, Wakil Bupati Najamudin, Kepala Dinas Porapar Sulawesi Tengah, Menteri Ketenagakerjaan RI, serta Puteri Pariwisata Indonesia 2020.

“Secara resmi kami mengirim surat permohonan maaf kepada dua kabupaten yang pulang, kami juga akan mengunjungi dua kabupaten itu (Poso dan Donggala),” ungkap Sadhak.

Demikian halnya dikatakan Direktris Event Organizer (EO), Rachmawati Ndobe. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya ditunjuk langsung Dinas Pariwisata Sulteng untuk terlibat langsung pada acara itu sebagai EO.

Ia mengklarifikasi terkait keterlibatan EO pada STF, dan juga penggunaan anggaran. Mereka terpilih sebagai EO STF karena rekomendasi HIPMI.

“Disporapar Morowali tidak memiliki anggaran, maka kami bersama HIPMI mengurus di Provinsi. Kami adalah EO yang berpengalaman tidak seperti anggapan orang,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Porabudpar Morowali, Moh Adzan Djirimu mengakui, bahwa masih banyak kendala yang ditemui selama pelaksanaan kegiatan STF 2021.

Olehnya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati dan Wakil Bupati Morowali, serta para tamu provinsi, kabupaten dan kecamatan atas ketidaknyamanan.

“Kami sudah berusaha maksimal memberikan pelayanan yang baik bagi para tamu undangan,” ujar Adzan.

Pada jumpa pers itu turut dihadiri Sekretaris Umum BPC HIPMI Morowali, Kepala Bidang Moh Rizal, serta beberapa pengurus lainnya. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan