Festival Budaya Morowali 2021, Bupati Taslim: Mari Tata dan Kelola untuk Menjadi Daya Tarik Luar Daerah

MOROWALI, Kabar Selebes – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali melalui Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) menggelar pagelaran Festival Budaya Morowali.

Pelaksanaannya bertepatan dengan momentum hari jadi Kabupaten Morowali ke-22. Pagelarannya berlangsung di Alunalun Sangiang Kinambuka, Kelurahan Marsaoleh, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Selasa (6/12/2021) malam.

Pagelaran dihadiri perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, Forkopimda Morowali, Dewan Adat To Bungku, PKK, OPD, pegiat seni budaya Poso, Donggala dan Tojo Unauna, para camat, tokoh agama dan adat, serta masyarakat lainnya.

Bupati Morowali, Taslim, sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Morowali. Dikatakannya, bahwa ada dua hal yang menjadi cerminan bangsa untuk dilestarikan di Morowali.

Pertama adalah memperkuat Bhineka Tunggal Ika. Berbagai adat dan budaya terdapat di Morowali. Dengan melestarikannya, maka Morowali akan menjadi cerminan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua adalah budaya yang dimiliki harus menjadi prioritas dengan tak hanya mengoptimalkan potensi SDA di daerah. Dengan demikian, maka kekayaan budaya yang ada akan mampu menggerakkan perekonomian di Morowali.

“Mari kita tata dan kelola budaya yang ada di Morowali untuk menjadi daya tarik masyarakat dari daerah lain,” kata Taslim.

Sementara, Kepala Dinas Dikda Morowali sekaligus Ketua Panitia, Amir Aminudin mengatakan, bahwa Festival Budaya Morowali bertujuan untuk memperkenalkan budaya Morowali kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah lainnya.

“Dengan festival ini diharapkan pengetahun generasi muda dalam menumbuhkan kecintaan kita terhadap budaya. Dengan melestarikan budaya akan menjadi destinasi wisata di daerah Morowali,” jelas Amir.

Pagelaran berlangsung selama dua hari, mulai 6 Desember 2021 sampai dengan 7 Desember 2021. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain; parade budaya semua suku di Morowali, lounching batik to Bungku hasil karya putra putri Morowali, penyerahan sertifikat hak cipta batik to Bungku dari Kemenkumham, persentase arti motif batik to Bungku, penampilan sanggar seni budaya dari 9 kecamatan se-Morowali, serta sanggar seni dan budaya Poso, Donggala dan Tolitoli. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini....