Dinas Dagperin Morowali Pantau Stabilitas Hanpok Jelang Natal dan Tahun Baru

Zainal

MOROWALI, Kabar Selebes – Menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah telah merumuskan ketersediaan dan stabilitas barang kebutuhan pokok.

Olehnya, telah dilaksanakan rapat koordinasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 7 Desember 2021.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) Kabupaten Morowali, Zainal mengatakan, bahwa dinas yang membidangi perdagangan di provinsi dan kabupaten/kota, secara aktif menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok melalui pemantauan di pasar.

“Datanya dapat digunakan oleh pemerintah daerah kabupaten, provinsi, dan pusat sebagai bahan analisa dan pengambilan kebijakan,” katanya kepada KabarSelebes.id di kantornya pada Selasa (14/12/2021).

Dijelaskan Zainal, secara berkala melakukan koordinasi antar pemerintah daerah (Pemda) provinsi, kabupaten/kota, dinas teknis, Satgas pangan Polda Sulteng, Bulog, BUMN, distributor, dan toko Ritel modern. Koordinasi terkait stabilitas harga dan ketersediaan Bapokting.

Ia menegaskan, bahwa perlunya antisipasi dan kesiapan jalur distribusi serta moda transportasi darat. Mengingat cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi, serta potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor dapat mengganggu ketersediaan dan distribusi yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok (bapok).

“Ketersediaan dan stabilitas bapok untuk seluruh wilayah Sulteng dalam kondisi aman dan stabil. Ada beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian karena berpotensi mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng, cabai, dan telur ayam,” jelas Zainal.

Dijelaskannya, kenaikan harga minyak goreng disebabkan karena harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia yang meningkat signifikan sebesar 52,23 persen dibanding November tahun lalu. Hal ini dikarenakan turunnya panen sawit pada semester kedua. Serta adanya kenaikan permintaan CPO untuk industri biodisel seiring penerapan kebijakan 8.30.

Selain itu, kenaikan harga cabai disebabkan oleh mulai berkurangnya pasokan karena musim panen raya mulai memasuki fase akhir. Ini juga dipengaruhi cuaca yang cukup ekstrim.

Sementara kenaikan harga telur ayam merupakan koreksi harga menuju ke harga normal. Setelah sempat anjlok beberapa waktu yang lalu dan peningkatan harga pakan ternak.

“Untuk kebutuhan banpok lainnya tetap dalam kondisi aman dan stabil,” tandas Zainal. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini....