Rencana Bangun Ribuan Perumahan, Puspa Griya Masih Abaikan Aspek Lingkungan dan Rugikan Warga

  • Bagikan
Pembangunan perumahan layak huni di Desa Padabaho, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. (Foto: Ahyar Lani/KabarSelebes.id)

MOROWALI, Kabar Selebes – Salah satu developer Puspa Griya sedang melakukan operasional pembangunan perumahan layak huni di Desa Padabaho, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Direncanakan sekitar ribuan unit perumahan yang akan dibangun. Sasaran pasar utamanya adalah di lingkup karyawan PT IMIP. Puspa Griya bernaung di bawah bendera PT Pilar Sumber Sekawan Investama (PSSI).

Terkait dengan hal tersebut, masih menimbulkan keluhan dari warga masyarakat desa Padabaho. Puspa Griya dinilai masih mengabaikan aspek lingkungan yang merugikan masyarakat desa setempat.

Ketua BPD Padabaho, Usman menyebutkan, kehadiran Puspa Griya dalam rencana pembangunan Perumahan sangat meresahkan, karena tak pernah melakukan sosialisasi.

“Apalagi adanya sungai yang ditimbun, sehingga terjadi abrasi di pinggir sungai, akibatnya pohon kelapa masyarakat hanyut,” ungkap Usman kepada beberapa wartawan di Padabaho pada Rabu (12/1/2022).

“Kuburan pun sudah hilang terbawa arus sungai, itu akibat penimbunan sekitar 50 meter, dan tak pernah dibicarakan dengan pemerintah desa, apakah dibebaskan atau hanya diambil percuma,” bebernya lagi.

Demikian halnya diutarakan warga pemilik kebun kelapa, Abd Razak. Ia mengatakan, sebanyak 18 pohon kelapa miliknya telah terbawa arus air sungai setelah ditimbun pihak developer.

“Setahu saya yang dibebaskan pihak developer hanya 68 meter dari pinggir jalan Trans Sulawesi sampai  ke tepi sungai. Tapi kenyataannya sudah 110 meter yang ditimbun material, dan sudah dibangun mess,” kata Razak.

“Akibatnya alur sungai berubah dan terjadi abrasi ke lahan kebun kelapa saya, bahkan kuburan pun sudah hilang,” keluhnya di lokasi developer pada Rabu siang.

Dia berharap, pihak Puspa Griya membangun bronjong di sebelah sungai agar lahan masyarakat bisa bebas dari abrasi atupun longsor.

“Sekalian saja dibebaskan,” katanya.

Sementara, pihak manajemen Puspa Griya yang ditemui di kantor pemasaran di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, tak berada di tempat.

“Managemen tak ada pak, kami hanya bagian pemasaran saja, nanti saya sampaikan pesannya pak,” kata Mynha, bagian pemasaran Puspa Griya. (ahl)

Laporan: Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….
  • Bagikan