Pemkab Bantaeng Studi Banding Pengelolaan PAD di Morowali, Tiga Tahun Alami Peningkatan Signifikan

Foto: Kominfo Pemkab Morowali

MOROWALI, Kabar Selebes – Sebanyak tujuh orang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan, melaksanakan studi banding pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah,, pada Jumat (28/1/2022).

Rombongan studi banding iitu disambut langsung Bupati Taslim, beserta Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, Harsono Lamusa, dan seluruh kepala bidangnya, di Ruang Pola Lantai Dua Kantor Bupati Morowali.

Kelima perwakilan Pemkab Bantaeng, diantaranya Wakil Ketua DPRD Bantaeng Didik Sugianto, Ketua Komisi B Asriyud Asman, Wakil Ketua Komisi B Moh Yusuf, Anggota DPRD Abd,Rahman, Andi Nurhayati, H.Sudarman, serta Kabag Perekonomian dan SDA, A Sri Wiyanti.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Taslim mengungkapkan, strategi pengelolaan PAD Morowali hingga mengalami peningkatan yang signifikan di era kepemimpinannya.

‘’Sejak terpilihnya saya sebagai Bupati dan Najamudin sebagai Wakil Bupati di Pilkada 2018, telah mengalami peningkatan PAD. Sebelumnya, tahun 2018 capaian PAD Morowali berkisar 181 milyar rupiah, namun kurung waktu tiga tahun kepemimpinan kami  terjadi peningkatan PAD yang signifikan yakni kurang lebih 184 milyar rupiah,” sebut Taslim.

Meningkatnya PAD tak terlepas dengan adanya industri di Morowali. Selain itu, naiknya PAD juga dipengaruhi sejumlah strategi peningkatan pengelolaan PAD. Diantaranya, perolehan dari perpanjangan izin tinggal orang asing, pajak makan minum karyawan, PBB, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Galian C, dan lainnya yang menjadi objek potensi PAD Morowali.

“Tak hanya itu, meningkatnya PAD Morowali juga disebabkan adanya keseriusan, loyalitas, dan integritas yang tinggi bagi petugas yang diberi amanah atau kepercayaan menagih PAD,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Perwakilan Pemkab Bantaeng, Didik Sugianto mengatakan, bahwa dijadikannya Morowali sebagai daerah tujuan studi banding pengelolaan PAD, karena Morowali adalah salah satu daerah yang mengalami peningkatan PAD sangat signifikan.

‘’Dijadikannya Morowali sebagai tujuan studi banding pengelolaan PAD disebabkan karena Morowali adalah salah satu daerah yang mengalami peningkatan PAD secara signifikan,” ungkap Didik Sugianto.

Olehnya, sejumlah poin penting cara meningkatkan PAD Morowali menarik untuk diadopsi. Diantaranya, pemungutan objek pajak makan minum karyawan, perolehan PAD dari perpanjangan izin tinggal orang asing dan lainnya yang menjadi objek pendapatan yang sah.

“InshaAllah, setelah kembali dari Morowali, objek pendapatan yang belum dilakukan penagihannya di Bantaeng akan kami optimalkan untuk ditindaklanjuti dan diadopsi guna meningkatkan PAD Bantaeng,” pungkas Wakil Ketua DPRD Bantaeng itu. (kominfo/ahl)

Laporan : Ahyar Lani

Silakan komentar Anda Disini….